Proyek Diduga Gunakan Pipa Bekas! Optimalisasi SPAM Limbo Terancam Gagal Lagi

Pipa bawah lait
Kondisi jaringan pipa bawah laut menuju Pulau Limbo (doc. idetimur.com)

Proyek Optimalisasi SPAM Pulau Limbo, Pulau Taliabu dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara sampai penghujung tahun 2024 belum juga selesai dikerjakan dan berpotensi gagal kembali.

Proyek itu dikerjakan oleh PT Dian Dhia Delato dengan nilai kontrak sebesar Rp 28 miliyar tahun 2023. Proyek Optimalisasi SPAM Pulau Limbo merupakan pekerjaan pengalihan jaringan pipa air bersih bawah laut untuk masyarakat yang ada di pulau Limbo.

Infomasi yang diterima media ini dari Arman salah satu warga yang ikut bekerja dalam proyek itu mengatakan, sampai saat ini proyek belum menunjukan progres yang memuaskan atau mendekati akhir.

Baca Juga: Mengejutkan! Staf Air Minum BPPW Malut Ungkap Kegagalan Proyek Jaringan Pipa Bawah Laut Karamat-Limbo 2019

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proyek itu, pekerja dan penyelam pihak rekanan ternyata menggunakan pipa lama atau bekas dari proyek sebelumnya. Pekerja air bersih yang memasang pipa bawah laut ini mengambil sejumlah pipa proyek lama untuk digunakan kembali.

“Pekerjaan ini pakai pipa proyek lama pak, banyak warga yang ikut kerja mulai protes. Kami berharap pihak Balai BPPW bisa turun dan lihat langsung cara kerja kontraktor, kalau kerja model ini bisa jadi proyek kedua ini kembali gagal,” ungkap Arman, warga Desa Limbo, (10/12).

Keterlambatan proyek SPAM Limbo juga diakui oleh salah satu pekerja yang tidak ingin di sebutkan namanya. Ia mengatakan, bahwa pihak mereka mengalami kesulitan memasang pipa bawah laut karena kekuatan arus laut yang terlalu kencang.

“Ini sulit karena arus bawah laut di area pemasangan pipa itu terlalu kencang,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatker Air BPPW enggang menanggapi fakta tersebut saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Untuk diketahui, proyek SPAM di Pulau Limbo, BPPW Maluku Utara telah mengucurkan anggaran fantastis sebesar Rp 24 miliar Pada tahun 2019 namun rusak akibat gagal kontruksi dan perencanaan yang diakui staf BPPW. Kemudian 2023 kembali dianggarkan dengan nilai Rp 28 miliar sehingga proyek SPAM Limbo menghabiskan anggaran sebesar Rp 52 miliar.

 

Ji