Citra Sibuk Urus Rekomendasi, Siswa SD Naskat Bahu Belajar Diatas Lantai

idetimurmalut.com
Siswa SD Naskat Bahu belajar diatas lantai lantaran tidak memiliki fasilitas kursi dan meja ft/idetimurmalut.com

Kondisi siswa sekolah dasar Naskat Bahu di Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara dimana para siswa duduk dan berguling diatas lantai ruang kelas lantaran tidak adanya meja dan kursi.

Proses belajar para siswa ini terpaksa dilakukan diatas lantai disebabkan minimnya fasilitas sekolah.

Dari total enam ruang kelas hanya tiga ruangan yang memiliki kursi dan meja itu pun tidak mencukupi. Proses belajar dan mengajar pun terpaksa berlansung diatas lantai ruang kelas dan guru yang mengajar pun ikut melantai karena tidak kebagian kursi. Mirisnya lagi plafon ruang kelas mulai rusak dan dikhawatirkan jatuh menimpa anak-anak saat sedang belajar.

Baca Juga: Kepsek Main Proyek, Rumdis Dinas dan Rehabilitasi Sekolah SD Behalobu Mangkrak

Tidak hanya di ruang kelas ruang guru pun mengalami hal yang sama. Para guru terpaksa bekerja diatas lantai kantor dan hanya ada satu meja dan kursi milik kepala sekolah.

SD Naskat Bahu juga harus berbagi waktu dengan siswa SMP Naskat bahu yang masuk pada jam pelajaran siang menggunakan tiga runga kelas karena belum memiliki bangunan sendiri.

Kepala sekolah Ode Nurlela mengatakan pihaknya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sekolah lantaran sudah dua tahun Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang di transfer hanya mampir ke rekening dan ditarik lagi sehingga sekolah kesulitan melengkapi fasilitas.

“Dua tahun kemarin kan dana bos kita terhambat, tidak ada yang masuk itu waktu kita lihat di Dapodik sekolah itu disalurkan (di transfer) tetap ada tulisan dibawah terpotong sesuai uang yang disalurkan itu jadi sisanya nol,” kata Ode Nurlela, Kepsek SD Naskat Bahu.

Nurlela kepada idetimurmalut.com mengungkapkan, pada tahun 2023 juga terjadi hal yang serupa, dana BOS yang di transfer ke rekening sekolah tidak pernah diterima oleh Kepsek.

“Jadi kita cek di buku rekening kosong. Saya pikir tahun depan setelah saya selidiki katanya masalahnya tidak di laporkan jadi saya pikir akan cair tahun depan. Nah tahun 2023 ternyata kasusnya juga sama begitu. Jdi fasilitas yang ada ini kadang milik pribadi ada juga kita hutang yang penting kegiatan belajar mengajar ini tetap berjalan,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat pihak sekolah sering ditegur orang tua murid lantaran seragam kotor karena melantai usai pulang sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu, Citra Puspasari Mus saat dikonfirmasi belum merespon.

 

 

Red