Viral, Ikan Mati Mendadak Diduga Pencemaran Limbah Tambang PT ADT

idetimurmalut.com
Ikan mendadak mati di sungai Desa Balohang, Taliabu ft/ist

Viral, warga Desa Balohang, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara dikagetkan dengan matinya ribuan ikan secara mendadak di rawa dekat permukiman warga.

Matinya ribuan ikan itu membuat warga Desa Balohang kebingungan dengan fenomena yang terjadi.

Selain matinya ikan secara mendadak, juga mendadak air meluap dari sejumlah sumur milik warga Lede. Padahal kondisi cuaca saat itu panas terik dan air yang meluap dari sumur terlihat bersih dan jernih.

“Sumur di kami juga tiba-tiba begitu, tapi sudah surut,” singkat La Ode Warga Lede.

Baca Juga: Komitmen Harita Nickel Menjaga Lingkungan Dari Sisa Limbah

Melihat kondisi itu warga sempat panik dan takut mengkonsumsi air dari sumur mereka. Sampel dari sumur kemudian dibawa ke puskesmas Lede untuk di teliti.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang sudah dilakukan oleh petugas puskesmas ditemukan hasil pemeriksaan yang tidak sesuai standar Permenkes yaitu (PH = 8,30 dan TDS = 318).

Jika air tersebut dikonsumsi/diminum dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya dapat memicu terjadinya kanker.

Penyebab matinya ikan di rawa dan tercemarnya air, warga menduga akibat pencemaran dari dari limbah perusahaan tambang bijih besi PT Adidaya Tangguh (PT ADT) yang beroperasi tidak jauh dari sejumlah desa.

“Pasti dari aktifitas tambang diatas. Ini kejadian yang baru dialami warga Desa Lede,” ucapnya.

Sementara itu, pihak perusahaan PT ADT saat dikonfirmasi via WhatsApp Jumat (02/8/2024) membantah aktifitas perusahaan mereka penyebab matinya ikan secara misterius dan mencemari air.

“Tambang ini tidak mungkin berani main-main dengan lingkungan karena sangsinya berat bahkan pidana. Kita juga sering dari kawan-kawan dinas terkait, lingkungan hidup provinsi, pusat juga turun kemari melakukan pengawasan,” kata Tris Direktur Eksternal PT ADT.

 

Ar