Ini diungkapkan lansung oleh Otman Sabri salah satu Staf Air Minum, PPK Air Minum saat dikonfirmasi idetimur.com pada selasa (28/11/2023) di kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara.
Otman secara gamblang mengungkapkan kegagalan pekerjaan pembangunan jaringan pipa bawah laut (SPAM-IKK) Beringin-Pulau Limbo, Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2019.
Baca Juga:
Proyek Perbaikan Pipa Air Bersih Bawah Laut Pulau Limbo Belum Dikerjakan
Saat itu, proyek tersebut dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp.24.740.000.000 oleh dua perusahaan PT. Kusumo Wardana Group dan PT. Darma Prima Mandala.
Ia mengakui kegagalan itu lantara perencanaan yang tidak sesuai dengan hasil kajian terhadap kekuatan arus sehingga pipa bawah laut menuju pulau Limbo rusak dalam waktu singkat, atau hanya dinikmati 7 bulan oleh masyarakat pulau Limbo.
“Ya, belum ada hasil kajian kan masih perencanaan. Kita kan gak tau ni kedalaman laut disitu cuman penting pasang aja,” ungkap Otman.
Dari pengakuan Otman tersebut maka, Proyek (SPAM-IKK) Beringin-Pulau Limbo saat itu terkesan dipaksakan meski pihak Balai sudah mengetahui resiko proyek tersebut akan gagal.
Baca Juga:
Pabrikasi Beton Pemberat Jaringan Pipa Limbo Dikerjakan Diluar Malut, Progresnya 21 Persen
“Bukan masalah asal pasang juga sih, cuman apa, untuk perhitungan arusnya itu yang kita belum dapat, gitu,” ujar dia.
Penyebab gagalnya proyek Limbo bahkan ditutup-tutupi oleh Kepala Balai Firman Aksara. Firman ketika dikonfirmasi (20/6/2022) lalu mengatakan, proyek senilai Rp.24.740.000.000 itu sudah sesuai perencanaan.
Dijelaskan Firman, terkait permasalahan di desa Limbo Taliabu adalah faktor alam. Sebab, proyek yang dikerjakan tahun 2019 dan selesai tahun 2020 tidak ada masalah.
“Waktu itu tim sudah melakukan perbaikan ternyata bermasalah lagi. karena faktor alam yakni arus dasar laut terlalu kencang,” kata Firman.
Proyek (SPAM-IKK) Beringin-Pulau Limbo sebesar Rp.24.740.000.000 terkesan hanya menghambur-hamburkan uang negara, dan kini perbaikan jaringan pipa itu kembali dikerjakan dengan anggaran yang lebih besar senilai 28 miliar dan sudah berkontrak pada bulan Juni 2023.
Ji









