Basarnas Kerahkan KN SAR Pandudewanata Evakuasi Penumpang KM Bunda Maria

idetimur.com
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani didampingi Kasi OPS dan Kapolsek KP3 A. Yani Ternate di Posko Pelabuhan A. Yani (ft/idetimur.com)

TERNATE – Basarnas Ternate mengerahkan Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Pandudewanata 237 untuk mengevakuasi penumpang KM Bunda Maria yang menabrak pesisir pantai Tanjung Loleo, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Jumat (14/8/2026).

Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi seluruh penumpang serta anak buah kapal (ABK) KM Bunda Maria yang masih berada di kapal.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pengerahan tim dilakukan setelah pihaknya menerima permintaan evakuasi dari KM Bunda Maria dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Permintaan evakuasi dari KM Bunda Maria dan sampai saat ini Tim SAR Gabungan sudah bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit KN SAR 237 Pandudewanata,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, hingga saat ini penyebab pasti kapal menabrak pesisir pantai belum diketahui. Basarnas juga masih berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan jumlah penumpang berdasarkan manifes kapal.

“Sampai saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan KSOP, berapa jumlah manifes yang ada di KM Bunda Maria tersebut. Untuk kerusakan, kami belum mengetahui secara pasti. Saat ini kami konsentrasi dalam rangka proses evakuasi seluruh penumpang,” katanya.

Sebelumnya, KM Bunda Maria bertolak dari Pelabuhan Bastiong, Ternate, dengan tujuan Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam perjalanan, kapal diduga kehilangan arah hingga kemudian menabrak pesisir pantai di sekitar Tanjung Loleo, Kota Tidore Kepulauan.

Basarnas bersama Tim SAR Gabungan kini masih menuju lokasi untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan ABK serta melakukan proses evakuasi. (ji)