WEDA – Kelompok Tani Makmur Jaya di Trans Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Kondisi ini terjadi setelah fenomena El Niño melanda Halmahera Tengah dan wilayah Maluku Utara dalam tiga bulan terakhir.
Dampaknya, pasokan air untuk mengairi lahan pertanian terus berkurang.
Puluhan petani kini terancam mengalami kerugian besar jika tidak segera ada solusi untuk memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan mereka.
Sekitar 30 hektare sawah yang telah ditanami padi mulai terdampak kekeringan. Daun tanaman padi mulai menguning, sementara tanah di sejumlah lahan pertanian mulai retak akibat terik matahari yang berlangsung sepanjang bulan.
Perwakilan Kelompok Tani Makmur Jaya, Engkus, mengatakan kebutuhan air untuk mengairi sawah saat ini sangat mendesak. Menurutnya, tanaman padi yang telah berusia sekitar empat minggu membutuhkan pasokan air agar dapat bertahan hingga masa panen.
“Petani semua, saya sebagai wakil daripada mereka dari Kelompok Tani Makmur Jaya, kami mengharapkan kepeduliannya tentang panen padi yang akan datang ini. Kalau ini tidak ditangani dengan air, selang, atau mesin pompa, kami tidak tahu. Kalau satu minggu tidak terkendalikan dengan persiapan air atau pompa Alkon dari sungai, kami juga tidak begitu yakin bakal panen,” ujar Engkus, Jumat (14/8/2026).
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait segera mengambil langkah untuk membantu petani menyediakan sumber air, baik melalui pompa maupun sarana pengairan lainnya.
Menurut Engkus, waktu yang tersisa untuk menyelamatkan tanaman padi tidak banyak. Jika kebutuhan air tidak segera terpenuhi, puluhan petani di Trans Wale berpotensi mengalami gagal panen setelah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk mengelola lahan pertanian mereka.
Kekeringan yang terus melanda membuat Dinas Pertanian Halmahera Tengah terus berupaya untuk meminimalisir kerugian di pihak petani dengan menebar sumur bor di sejumlah titik agar menjadi solusi sementara menangani kekeringan.Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah terus berupaya meminimalisir kerugian yang dialami petani akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menebar sumur bor di sejumlah titik sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian selama kondisi kekeringan berlangsung. (ji)









