MAKASSAR- Bupati Kabupaten Halmahera tengah menyampaikan orasi ilmiah di Acara wisudawan dan wisudawan Universitas Tamalatea Makassar Tahun Ajaran 2025/2026 Diploma (D-4), Sarjana (S-1) Dan Pasca Sarjana (S-2) Makasar 5 September 2026 Anging Mamiri Hall Hotel Makassar.
Sambutan dalam Orasi Ilmiah Bupati Kabupaten Halmahera Tengah Ikram. M. Sangadji Dengan Tema ‘’Transformasi Ekosistem Kesehatan Daerah’’ yang saya melihat bahwa mahasiswa yang di wisudakan di bidang pendidikan kesehatan itu memiliki arti yang luas kalau hanya di aspek pendidikan maka ada tiga masalah penting yang menjadi dasar pikiran kita semua yang pertama adalah mengembangkan potensi karir yang harus dinamis tidak boleh statis yang kedua membangun kopetensi, keterampilan keahlian ini yang para wisudawan membangun kompetensi keterampilan yang ketiga adalah jati diri.
Kalau suda berilmu pertama di bidang kesehatan maka jati dieri integritas tangung jawab karna manusia di ciptakan oleh Allah swt dan akan di kembalikan oleh Allah Swt tetapi disitu di ruang lahir mulai seorang manusia di dalam janin sampai dia meninggal disitulah perang pada wisudawan .
Karna hakikah dari kesehatan adalah fisik dan sikis-sikis bukan hanya menyangkut dengan kejiwaan tapi konkuren dari kejiwaan itu adalah perubahan metal kita karna pengertian dari ilmu kemudian pengertian dari kesehatan dan integrasi antara pendidikan dan kesehatan ini adalah memiliki arti yang penting.
Saya perlu memohon kepada kita semua untuk memberikan aplos kepada wisudawan karena mereka ini bukan hanya tangung jawab karna memiliki ilmu tapi mereka bertangungjawab untuk menyelamatkan kehidupan manusia dalam kondisi perang dalam kondisi normal dalam kondisi bencana yang hadir di tengah-tengah bencana adalah tenaga kesehatan.
Dalam bencana yang berdiri bukan kades,bukan camat,Bupati Tapi tenaga kesehatan yang dibutuhkan apa yang saya lakukan di kabupaten Halmahera tengah adalah berikan biasiswa gratis dan terbukti yang hari ini 12 wisudawan 11 diantaranya diberikan biasiwa dari pemda halteng.
Biasanya satu daerah yang pertama dilakukan adalah bagaimana uang itu dipakai kalau di halteng tidak bagaimna uang itu ini dirasakan oleh masyarakat saya melakukan Tranformasi ekosistem kesehatan daerah bukan sekedar memperbaiki layanan kesehatan, tetapi membangun system yang mampu mengubah investasi public menjadi Masyarakat yang sehat, Produktif, dan Tangguh.
Gambaran Umum Beasiswa Daerah (2023 – Agustus 2026)
Total penerima beasiswa daerah Halmahera Tengah mencapai 5.119 mahasiswa dengan realisasi anggaran sebesar Rp66,56 miliar.
Khusus bidang kesehatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp10,894 miliar untuk 762 mahasiswa.
Porsi beasiswa kesehatan ini mencakup 14,89% dari total penerima beasiswa daerah dan 16,37% dari total anggaran beasiswa.
Berdasarkan status penerima, mayoritas penerima beasiswa kesehatan berasal dari kategori Reguler sebanyak 674 mahasiswa (88,45%), disusul PNS sebanyak 48 mahasiswa (6,30%), dan PPPK sebanyak 40 mahasiswa (5,25%).
Rincian Penerima & Anggaran Beasiswa Kesehatan (Top 5 & Lainnya)
Lima program studi terbesar menyumbang 86,8% dari total penerima beasiswa kesehatan.
S-1 Kesehatan: 286 mahasiswa (37,5%) dengan alokasi anggaran Rp5.328.502.500 (48,9%).
D-III Kesehatan: 156 mahasiswa (20,5%) dengan alokasi anggaran Rp723.005.000 (6,6%).
Kesehatan Masyarakat: 120 mahasiswa (15,7%) dengan alokasi anggaran Rp1.410.600.000 (12,9%).
Gizi: 70 mahasiswa (9,2%) dengan alokasi anggaran Rp662.450.000 (6,1%).
Farmasi: 30 mahasiswa (3,9%) dengan alokasi anggaran Rp675.870.000 (6,2%).
Lainnya (16 Program Studi): 72 mahasiswa (9,4%) dengan alokasi anggaran Rp2.093.573.000 (19,3%).
Melalui investasi SDM unggul di bidang kesehatan ini, Pemkab Halmahera Tengah berharap para lulusan dapat menjadi tulang punggung layanan kesehatan daerah demi mewujudkan masyarakat Halmahera Tengah yang sehat dan berdaya saing. (ji)









