Pekerjaan jalan rabat beton oleh CV Karya Olmita Beringin-Ngele Kecamatan Taliabu Barat Laut mengalami total los. Proyek itu sumber dananya dari APBD Kabupaten Pulau Taliabu Tahun 2022 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taliabu.
Baca Juga:
Wakil Ketua Komisi III DPRD Taliabu Desak APH Masuk Usut Proyek Goib di PUPR Taliabu

Dalam perencanaannya, jalan rabat beton itu akan menghubungkan tiga desa yakni desa Beringin, Salati dan desa Ngele dengan panjang pekerjaan 1,5 KM.
Baca Juga:
Banyak Proyek Bermasalah di PUPR Taliabu, Wakil Bupati: Saya Belum Bisa Bicara
Proyek itu sejak awal sudah bermasalah. Dimana pekerjaan semestinya dimulai dari desa Beringin hingga ke desa Ngele. Namun dalam proses berjalan, pihak rekanan mengawali perkejaan dari desa Salati menuju dengan Ngele melewati desa Beringin dengan hasil pekerjaan saat ini hanya 200 meter atau jauh dari progres.
Walhasil, proyek jalan rabat beton 200 meter tersebut berhasil menyedot anggaran sebesar Rp.6.592.979.379.00 hingga membuat warga desa Ngele kebingungan.
Edi Hasim salah satu warga desa Ngele pada Rabu (16/8/2023) mengatakan, pekerjaan yang dimulai dari Agustus 2022 itu hanya dikerjakan beberapa puluh meter saja.
“Kemungkinan baru 15 persen. Kalau dari 100 persen itu baru 15 persen belum sampai setengah dan sekarang itu hanya batu-batunya saja yang tersusun tanpa semen dan sudah ditinggalkan,” jelas Edi.
Sebagai warga setempat Edi juga memantau aktifitas proyek yang dikerjakan di dalam desanya, namun anehnya menurut dia, pihak rekanan hanya mempekerjakan beberapa orang saja untuk menangani proyek itu.
“Kenapa tidak selesai, pekerjanya juga tidak sesuai dengan proyek. Yang seharusnya pekerjanya 20 orang per hari ini kadang cuma 4 orang. Intinya proyek itu belum selesai,” tandas dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Sudarman saat dikonfirmasi media ini via pesan WhatsApp (14/8) mengatakan, pekerjaan dari tahun 2022 tersebut sedang dalam masa pekerjaan. “Masih ada aktifitas,” singkat dia.
Ar









