Dinas Pertanian Halteng Turunkan Tim Tangani Serangan Hama Sexava yang Ancam Kebun Kelapa dan Pala

idetimur.com
Tim Bidang Perkebunan melakukan penanganan terhadap sejumlah tanaman kelapa dan pala yang terserang hama Srxsava (ft/ist)

WEDA – Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah bergerak cepat merespons keluhan petani terkait serangan hama Sexava yang menyerang tanaman perkebunan, terutama kelapa dan pala, di Kecamatan Patani dan beberapa wilayah lainnya.

Sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut, Dinas Pertanian menerjunkan tim teknis dari Bidang Perkebunan untuk melakukan identifikasi sekaligus pengendalian hama di lokasi terdampak. Tim dibekali peralatan penyemprotan, pestisida, serta perlengkapan teknis lainnya guna menekan penyebaran hama yang dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas kebun masyarakat.

Hama Sexava merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa. Serangga ini menyerang daun dengan cara memakan helaian daun hingga menyisakan tulangnya. Apabila serangan berlangsung dalam waktu lama dan tidak segera dikendalikan, tanaman dapat mengalami penurunan kemampuan berfotosintesis, pertumbuhan terganggu, produksi buah menurun, bahkan berisiko mengalami kematian.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Irwan Safi, mengatakan pihaknya menerima laporan serangan hama dari beberapa desa. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan di lapangan.

“Terdapat beberapa titik yang dilaporkan petani mengalami serangan hama Sexava. Saya dengan tim langsung turun untuk melakukan identifikasi tingkat serangan, memberikan tindakan pengendalian, sekaligus mendampingi petani agar penanganannya dilakukan dengan tepat sehingga penyebarannya tidak semakin meluas,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Menurut Irwan, selain melakukan penyemprotan, petugas juga memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik pengendalian hama terpadu, mulai dari pemantauan rutin kebun, sanitasi lahan, hingga penggunaan pestisida sesuai dosis yang dianjurkan agar pengendalian lebih efektif dan tidak berdampak terhadap lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho, mengatakan penerjunan tim merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam melindungi sektor perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

“Begitu menerima laporan dari petani, kami langsung menginstruksikan tim teknis untuk turun ke lapangan. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah agar serangan hama dapat segera dikendalikan dan tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi petani,” kata Lutfi.

Ia menegaskan, Dinas Pertanian akan terus memantau perkembangan serangan hama di setiap wilayah serta menyiapkan langkah lanjutan apabila ditemukan penyebaran yang lebih luas.

Lutfi juga mengimbau petani agar segera melaporkan kepada petugas penyuluh pertanian atau Dinas Pertanian apabila menemukan gejala serangan hama di kebun mereka. Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah meluasnya serangan sekaligus menjaga produktivitas tanaman kelapa dan pala di Halmahera Tengah.

“Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula dilakukan penanganan. Dengan demikian, potensi kerugian petani dapat ditekan dan produktivitas perkebunan tetap terjaga,” ujarnya. (ji)