Suda hampir dua bulan SPBU kota Bobong Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu tidak beroperasi lantaran tidak lagi menerima suplai BBM.
Belum diketahui penyebab SPBU tidak melakukan aktifitas namun kekosongan BBM itu membuat pengendara mobil dan sepeda motor mengeluh.
Baca Juga:
DPRD Taliabu Gelar Rapat Mendadak Terkait Harga BBM yang Terus Naik
Wahyu sebagai warga Bobong menjelaskan, tutupnya operasional SPBU membuat dia dan warga lainnya kesulitan memperoleh bahan bakar jenis Pertamax dan Pertalite.
Baca Juga:
Knalpot Racing Picu Kebakaran SPBU, Dua Orang Jadi Korban
Ia juga mengeluhkan harga BBM yang dijual oleh pengecer dimana perliter nya di jual dengan harga yang sangat mahal sebesar 20 Ribu per liternya.
“Mahal sekali yang di jual pedagang BMM eceran tapi mau bagaimana lagi kalau tidak beli tidak bisa beraktifitas,” keluhnya, Rabu (16/8/2023).
Sementara itu Direktur SPBU Bobong Ayang menjelaskan, aktifitas SPBU terhenti lantaran kapal pengangkut BBM milik perusahaannya sedang dalam masa perbaikan.
“Makanya kami harus cari ke daerah tetangga untuk fasilitas docking yg akhirnya memakan waktu lama dan kapal kami blum bisa mengangkut dan penyuplai BBM ke Taliabu,” jelas dia.
Meski begitu lanjut dia, untuk sementara kami sudah bekerjasama degan salah satu perusahaan penyedia Transportasi untuk memuat BBM kami dari Pertamina Sanana ke Taliabu.
“Skrang kapal sudah di Sanana untuk proses pemuatan dan insyaallah sehari dua sudah bergeser ke Taliabu,” tandasnya.
Ar









