Jalan Trans Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara ini dikeluhkan oleh masyarakat, tidak terkecuali sopir lintas Sofifi-Maba Ibu Kota Kabupaten.
Mereka mengeluhkan kondisi jalan yang rusak berat pada sejumlah titik, mulai dari sebelum Ekor, Kecamatan Wasile Selatan sampai ke turunan gunung Uni-uni yang mengalamiĀ rusak parah.
Baca Juga:
Ini Penjelasan BPJN Soal Inpres Jalan di Halmahera Selatan
Terdapat ratusan lubang dan kubangan yang penuh genangan air pada sejumlah titik dengan diameter cukup besar, dan kerusakan lainnya di sepanjang jalan memasuki Ekor.
Salah satu sopir Ilham Abdurajak mengaku, perbaikan pada beberapa titik sering dilakukan namun karena tidak maksimal jalan yang sudah diperbaiki kembali rusak atau amblas. Dia bilang, melintasi jalan Halmahera Timur perlu ekstra hati-hati lantaran khawatir mobil mereka rusak terjebak dalam kubangan air.
Baca Juga:
“Jalan rusak ini sudah lama. Jalan rusak menghambat perjalanan kita dan kadang harus berhati-hati apa lagi di malam hari karna lubang besar-besar ada di hampir sepanjang jalan,” ungkap dia.
Jalan Trans Halmahera ini merupakan jalan nasional yang dikerjakan dan pemeliharaannya dibawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara.
Amatan idetimur.com di lapangan Selasa (2/5) lalu menemukan, pada sejumlah titik poros jalan nasional tesebut dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan maksimal yang dilakukan oleh pihak Balai (PPK) ruas itu.
Salah satu tokoh pemuda (Sekjen Ampera) Kabupaten Halmahera Timur, Muhibu Mandar mendesak agar jalan yang rusak tesebut segera diperbaiki oleh pihak Balai.
Menurut dia, dengan kondisi jalan yang sedemikian rusak tentu akan berpengaruh pada ketepatan waktu distribusi bahan pokok yang tentu menghambat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Timur.
“Semestinya hal seperti ini tidak perlu lagi ada keluhan-keluhan atau desakan seperti ini karena apa, pembangunan dan perawatan jalan rusak sudah menjadi pekerjaan dari pihak Balai Jalan.
“Saya meminta pihak Balai segera memperbaiki karena sangat berdampak pada mobilitas masyarakat maupun barang dan jasa. Ini sangat penting,” tegasnya.
Merespon keluhan tersebut, BPJN Malut melalui PPK 1.3 Ekor-Maba Rifani Harun mengatakan, tahun ini rencananya akan ditangani melalui pemeliharaan jalan preservasi.
“Mengenai jalan STA 38 di gunung Uni-uni ditangani 100 meter. Di situ daerah longsoran 60 meter yang sudah dikerjakan ditangani yang biasa mengalami penurunan di tahun ini kita ada pengaspalan 100 meter,” jelasnya, Selasa(16/5/2023).
Sedangkan untuk jalan rusak lainnya pada poros itu juga akan segera ditangani. Pekerjaan penanganan jalan surak akan segera dilakukan perbaikan oleh salah satu rencana.
“Sebagian besar titik itu kita akan tangani dengan rutin kondisi penutupan lubang dengan aspal panas serta dengan menggunakan urpil (urungan pilihan). Yang penting pada prinsipnya jalan ini pada fungsional, lalu lintas tidak terhambat waktu tempuh bisa lebih cepat,” tandasnya.
Ji









