1,7 tahun memimpin Kabupaten Halmahera Tengah, bakal calon Bupati Ikram Malan Sangadji (IMS) berhasil mengubah wajah pendidikan Halmahera Tengah, Maluku Utara,
Ditangan Penjabat Bupati Ikram saat itu kesejahteraan guru, infrastruktur sekolah dan pengembangan potensi SDM guru menjadi prioritas utama saat memimpin Halmahera Tengah.
Melalui 5 program prioritas salah satunya “Pendidikan”. IMS menaruh perhatian penting bagi perkembangan peningkatan mutu pendidikan dan membangun konektifitas guru dan Pemerintah di Halmahera Tengah.
Baca Juga: Ribuan Pendukung dan Relawan Padati Deklarasi IMS-ADIL
Sejumlah aksi nyata telah dilakukan seperti memberikan bantuan serangan secara cuma-cuma untuk siswa kurang mampu membangun ulang dan memperbaiki sejumlah infrastruktur sekolah maupun fasilitas pendidikan.
Dari data yang dirangkum idetimur.com, IMS memberikan sebanyak 13.194 pakaian seragam kepada siswa Sekolah Dasar (SD), 11.334 untuk siswa SMP dan 8.700 untuk PAUD.
Pembangunan ruang UKS PAUD IT Wahdah Islamiyah 1 ruang, pemberian 20 unit Motor dan 1 Mobil untuk tenaga pendidik.
IMS memperbaiki dan melengkapi fasilitas sekolah yang ada di Halmahera Tengah yang terdiri dari 41 ruang kelas SD, rehab ruang guru, rumah dinas guru, rehab MTs dan toilet sekolah, rehabilitasi gedung TK Pembina N Weea, membangun taman baca, menurunkan angka melek baca serta memberikan bantuan beasiswa kepada 876 orang.
Baca Juga: Halmahera Tengah Berhasil Cetak Ratusan Guru dan Siswa Pandai Berhitung Matematika
Pj. 1.7 tahun ini juga berhasil mencetak 1.621 siswa dan guru yang mahir Matematika hitung cepat dengan bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Teknologi Jaya (YITJ) yang didirikan Prof Yohanes Surya Ph.D dengan pelatihan matematika metode Gasing.
Kesejahteraan Guru juga menjadi perhatian IMS, IMS memberikan tunjangan khusus kepada 154 guru Desa kecil di Pulau Gebe yang selama ini terabaikan oleh pemerintah kabupaten. Selai itu guru di Halmahera Tengah menjadi satu-satunya tenaga guru yang menerima Tambahan Penghasil Pegawai (TPP).
Ikram Malan Sangadji juga rutin memberangkatkan ratusan guru ke sejumlah daerah dalam rangka studi banding untuk meningkatkan pengetahuan dan metode pembelajaran yang akan di adopsi ke Halmahera Tengah.
Red









