Dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan industri pertambangan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) baru-baru ini kian meresahkan para karyawan.
Salah satu karyawan ‘anonim’ mengungkapkan fakta bahwa Rosalina Sangaji, General Manager Human Resource Development ( HRD ) PT. IWIP menggunakan kekuasaannya mengarahkan karyawan untuk mencoblos salah satu pasangan calon tertentu.
“Kami karyawan dipanggil IR untuk menghadap di kantor, turus dong (mereka) suru (menyuruh) tong (kami) persiapan untuk coblos besok (saat pencoblosan 27 November 2024 lalu). Jadi malam itu tong (waktu itu kami) samua tidor di Jeju untuk besok turun bacoblos (mencoblos) calon bupati nomor 2 Elang-Rahim,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sikap General Manager PT.IWIP ini cukup terstruktur sistematis dan masif (TSM), karena melibatkan IR dengan managernya Muhammad Abdul Nahumarury, selaku divisi yang mengurus tentang sanksi karyawan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Hal ini membuat semua karyawan tidak bisa menolak ketika diarahkan untuk memenangkan salah satu kandidat calon Bupati dan wakil Bupati Halmahera Tengah.
Baca Juga: Cerdasnya IMS Memainkan Politik Hingga Sapu Bersih 10 Kecamatan Diungkap kepada Pendukungnya
Menurutnya, apa yang dilakukan Rosalina Sangaji ini telah ia lakukan sejak pileg provinsi kemarin. Melalui Divisi IR juga seluruh karyawan yang ber KTP Halteng, Haltim dan Kota Tidore diarahkan untuk mencoblos anaknya yang saat itu maju di DPRD Provinsi,” ujarnya.
Tidak hanya sampai disitu, anehnya di internal perusahaan rosalina lewat Divisi IR malah memproses pelanggaran indispliner bagi karyawan yang diduga berpihak ke kubu yang bukan didukungnya.
“Ini sangat tidak objektif dan jelas-jelas punya motif politis, hal yang seperti ini harusnya tidak bisa dibiarkan,” sesalnya.
Terlebih lagi Mr. Kevin selaku Vice Presiden PT. IWIP terkesan ikut membiarkan bahkan diduga kuat ikut bersekongkol dengan Rosalina dalam menjalankan siasat politiknya.
Tentu ini bukan tuduhan tak berdasar, mengingat Rosalina begitu leluasa memainkan peran politiknya di perusahaan raksasa China tersebut.
Hampir tidak mungkin Mr. Kevin tidak mengetahui kondisi ini, sebab beliau orang paling pucuk yang menyetujui keputusan apapun di perusahaan, pastilah beliau mengetahui.
“Mr. Kevin harus diberi surat teguran oleh pihak berwenang, sebab Mr. Kevin ini warga negara China. Sangat mencoreng harkat dan martabat negara ini apabila beliau sampai terlibat dengan apa yang dilakukan Rosalina,” pintanya.
Red









