Setelah memastikan unggul telak atas dua pesaing calon Bupati Elang-Rahim dan Mutiara-Salam, calon Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji (IMS) roadshow menyapa pendukung, simpatisan dan relawan Desa Lembah Asri, SP 1 Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, Sabtu (30/11/2024).
Didampingi beberapa tim pemenangan seperti Marini dan Zulkifli Alting, IMS bertemu dengan warga untuk menyampaikan ucapan terima kasih IMS-ADIL kepada warga setempat yang telah ikhlas memberi dukungan kepada dirinya dan pasangannya Ahlan Djumadil pada hari pencoblosan 27 November lalu.
Ikram mengatakan, Pilkada tahun 2024 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena setiap kontestan dipastikan mengklaim memenangkan di sebaran wilayah yang ada di 10 Kecamatan Halmahera Tengah, namun di pilkada serentak tahun ini hanya ada satu kandidat mampu memenangkan suara di seluruh kecamatan dan itu adalah Paslon IMS-ADIL.
Baca Juga: IMS Akan Maksimalkan Sektor Pertanian Berskala Besar di Wairoro
“Torang semua sampu rata di 10 kecamatan yah, dari 10 Kecamatan ada 72 Desa, 61 Desa definitif itu kita kalah empat atau lima desa namun selisihnya tipis seperti singkong di dibikin keripik, tipisnya seperti itu,” kata IMS.
Kemenangan IMS-ADIL, kata Ikram, bukan datang dari dirinya dan wakil akan tetapi buah dan dukungan masyarakat.
“Weda Selatan itu kalau hasil survei kita memang terjadi penurunan dari September. Wairoro 85 persen, Weda itu 80 persen naik,” bebernya.
IMS juga buka-bukaan soal strategi politik yang dilakukan beberapa diantaranya menaruh sejumlah kelompok pendukungnya untuk menyusup kedalam tim lawan politiknya. Hal itu dimaksudkan untuk membantu menaikan elektabilitas pemilih agar bisa menyaingi suara dari Palon IMS-ADIL yang terlalu tinggi.
Baca Juga: Dibilang ‘Jualan Sampo’ IMS-ADIL Berhasil Yakinkan Masyarakat Halmahera Tengah
“Kalau terlalu tinggi nanti kita rakus, target kita menang tapi tidak setinggi-tingginya dibulan november itu kita turunkan tim ke Paslon 01 dan 02 dan beberapa desa juga kita ciptakan itu sehingga kemenangan kita tidak terlalu jauh,” ungkapnya.
Dihadapan pendukungnya, Ikram memberikan sendirian ke rival mereka jika kekalahan pilkada dibeberapa daerah merupakan hal yang lumrah namun tidak di Halmahera Tengah. Olehnya itu, agar pihak yang meraih kekalahan, kata Ikram, tidak banyak yang sakit, maka dengan strategi menambah suara pemilih untuk mereka.
“Kami target menang itu hanya 10 persen ternyata kita menangnya 85 persen. Sebenarnya dari hasil survei kita berada 65 persen. Tapi itu tidak baik bagi rival politik mereka karena jangan sampai ini juga tidak baik karena masyarakat tidak lagi lihat lagi mereka yang kalah,” tandasnya.
Ji









