JAKARTA – Ketua Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT), Mesak Habari merespon tegas pernyataan Kepala Dinas Lingkungam Hidup (DLH), Halmahera Utara, terkait klaim limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PT NICO di Halmahera Utara tidak berbahaya dan tidak beracun (Non-B3).
Mesak menyebut penyataan Kadis DLH, Yhudhihart Noya, merupakan narasi yang menyesatkan, melainkan bukan fakta ilmiah.
Menurutnya, perubahan status FABA menjadi Non B3 tidak mengubah kandungan racunnya. Ini hanya permainan aturan, bukan hasil uji ilmiah yang membuktikan keamanan lingkungan.
“Mengubah FABA menjadi batako atau bahan urukan bukan solusi, itu cara halus menyebar racun ke ruang hidup masyarakat,” jelas Masak, Kamis (13/11/2025).
Ia juga menegaskan keamanan lingkungan tidak bisa diganti dengan pasal pesanan.
DLH Halut dan PT NICO wajib membuka data uji toksisitas FABA secara terbuka dan independen.
“Bahaya racun tidak hilang hanya karena dihapus dari daftar hukum.
Yang hilang hanyalah keberanian untuk jujur kepada publik,” ungkapnya.(red)









