Halbar  

Sebabkan Bayi Meninggal, Direktur RSUD Jailolo Nonaktifkan dr. Sulis

Bayi meninggal
Foto: Direktur Rumah Sakit Halmahera Barat Novimaryana (istimewah)

Lambatnya penanganan terhadap pasien Ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara menyebabkan bayi pasangan suami isteri, Sarni Danoafsindir dan Nasarudin meninggal setelah menjalani operasi, Rabu (15/2) kemarin.

Insiden itu membuat pihak Rumah Sakit mengambil langkah tegas sehingga menonaktifkan dokter Sulis.

Baca Juga:

Lambat Penanganan, Nyawa Bayi di Halmahera Barat Meninggal

“Terkait hal ini, dokter umum, Sulis untuk sementara di non-aktifkan,” kata Direktur Rumah Sakit Halmahera Barat Novimaryana saat dikonfirmasi, Kamis (16/2/2023) dilansir dari betitadetik.com.

Maryana menjelaskan, sebelumnya dokter kandungan, Devi berada di luar daerah dan diminta kembali lalu masuk bertugas tanpa diketahui oleh dokter umum di RSU.

“Intinya sebagai dokter, kami di sumpah dan mementingkan kepentingan pasien, apalagi dalam keadaan yang mendesak,” jelasnya.

Baca Juga:

Gubernur Perintah Bayar TPP Nakes, Sekprov: Uangnya Dari Mana

Maryana bilang, Selaku dokter spesialis secara kelembagaan pihaknya sudah meminta maaf ke keluarga korban.

Diketahui penonaktifan ini berawal dari masalah mis komunikasi antara dokter Sulis selaku Dokter Umum dan dokter Devi sebagai Dokter Spesialis Kandungan, terkait pelayanan pasien di rumah sakit RSUD Halmahera Barat.

Masalah ini membuat nyawa seorang bayi dari Desa Gamici, Kecamatan Jailolo tak bisa tertolong akibat dari lambanya pelayanan pihak rumah sakit itu sendiri.

 

 

Red