DETIMUR — Atlit Taikwondo dari Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, syok dengan kejadian yang meraka alami. Pasalnya pihak Panitia menarik seluruh medali yang mereka raih dalam Kejuaraan Taikwondo tingkat Nasional yang di ikuti oleh atlit usia 10-18 tahun, yang digelar di Kabupaten Halmahera Utara.
Aksi panitai ini bukan tanpa alasan, pasalnya, Kontingen Halmahera Selatan belum memenuhi syarat administrasi berupa pembayaran uang pendaftaran kontingen sebesar Rp. 250.000 dan Rp. 250.000 uang pendaftaran setaip peserta yang berjumlah 19 atlit yang akan turun bertanding.
Pelatih dan para aitlit pun pasrah dengan kondisi yang ada. Ini karena dukungan anggran yang mereka miliki hanya sebesar 3 juta, sumbangan dari desa Wayaua sebesar 2 juta dan salah satu perusaahan sebesar 1 juta.
“Saya yang menampung mereka di sini, karena saya dapat informasi mereka hanya punya uang 3 juta jadi tidak bisa tinggal di penginapan makanya saya tampung mereka di rumah jemaat kerana kebetulan saya tinggal di Tobelo,” kata PDT. Gabriel Totononu, Selasa (31/5/2022).
Bila kontingan Halmahera Selatan tidak membayar biaya pendaftaran, pihak panitai akan menahan 7 Medali Emas, 10 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu serta piagam para atlit.
“Jadi sementara dalam suasana suka cita karena memperoleh medali-medali itu, tiba-tiba panitia datang untuk medali emas itu di tahan sesuai dengan kesepakatan. Respon anak-anak, ada yang menangis dan ada yang sampai saat ini ada yang belum tidur karena rasa kecewa karena sudah berjuang dengan susah payah itu lalu medalinya tidak bisa dibawa pulang dengan perjuangan harus tidur beralaskan tikar,” jelasnya
Sementara dukungan anggaran dari Pemerintah daerah Halmahera Selatan hingga Kejuaraan Teikwondo berakhir pada Senin, (30/5) kemarin belum juga dicairkan. Para atlit terpaksa kembali tanpa membawa medali yang mereka raih.
“Belum cair. Katanya nanti di usahakan sampai mereka kembali ke sana (Halsel). Kalau mereka pulang ke sana berati medali hangus, karena harus di bayar baru bisa medali di ambil. Kondisi seperti ini secara tidak lansung mental atlit secara tidak lansung terganggu dan apakah ketika kembali mereka masih siap latihan untuk tanding ulan itu kan masih menjadi tanda tanya besar,” ujarnya.(red)









