Pekerjaan Saluran Drainase di Kalumata Capai 50 Persen

Drainase
Foto: Progres darinase di Kalumata Jembatan 6 (idetimur.com)

Pekerjaan perbaikan saluran drainase di Kelurahan Kalumata Jembatan 6 oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara melaluai, PPK 2.4. yang dikerjakan sejak 16 Desember lalu saat sudah mencapai 50 persen.

Tantangan perbaikan saluran di perkotaan kata PPK 2.4 Nanti H. Lumbantobing adalah, berbagai macam untilitas yang tertanam di sepanjang bahu jalan sehingga sedikit menghambat proses pekerjaan.

Pantauan idetimur.com di lokasi sejak dua hari terakhir, pekerjaan sudah masuk pada proses pemasangan Culvert Box (Udith K-250 Standar) pada saluran dengan kedalaman pariatif 1-2 meter lebih sepanjang 80 meter mengarah ke kali mati telah selesai sejak sore kemarin Selasa, (26/12).

“Progres kami saat ini itu terutama yang Swakelola sudah 50 persen, kemudian banyak hambatan terutama di bahu jalan banyak sekali pipa-pipa, kabel optik terus tiang Telkom, rumah warga yang menghambat kita. Syukur usulan kita itu cepat direspon teman-teman PDAM, Telkom lansung turun tangani bantu kita,” ujar dia, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga:

Warga Terus Dihantui Banjir, PPK 2.4 BPJN Malut Mulai Normalisasi Drainase Rawan Banjir

Tobing juga menjelaskan, PPK 2.4 juga akan mengerjakan 2 titik saluran lainnya yakni, di Kelapa Pendek depan Asrama Kodim sepanjang 120 meter dan di Mangga Dua 120 meter dengan total pekerjaan drainase Swakelola tahun ini sepanjang 320 meter.

“Mudah-mudahan di Kelapa Pendek dengan Mangga Dua juga akan segera dikerjakan supaya warga tidak lagi kebanjiran karena masalah drainase. Kita juga butuh dukungan dari teman-teman Instasi lain juga supaya perjaan kami cepat selesai,” pintanya.

Sementara pekerjaan Guadrail yang akan dikerjakan di 3 titik Ternate, Bacan Kabupaten Halmahera Selatan dan Sanana Kabupaten Kepualan Sula saat ini sudah mulai berjalan. Di Ternate pemasangan Guadrail (pengaman jalan) sudah mulai dikerjakan.

“Di belakang gunung Guadrail sementara berjalan, di Ternate hampir 200 meter itu untuk titik-titik tikungan tajam sama yang turunan yang kami anggap itu spot-spot ekstrim yang harus kita berti pengaman untuk pengendara, “apabila” terjadi kecelakaan bisa aman oleh Guadrail baja pengaman itu. Saya prioritas di tempat yang rame itu Ternate. Mudah-mudahan 1-2 minggu sudah terpasang lanjut kami pindah ke Bacan 1-2 minggu pindah lagi ke Sula,” jelasnya.

Selain drainase dan Guadrail, marka jalan juga menjadi perhatian penting PPK 2.4,” program lain pengecatan marka putih, mulai dari Bandara kami cat marka putih yang mulai terhapus atau luntur kami cat ulang dengan zebra cros. Itu bahannya kami datangkan dari Surabaya. Kami taksir pertengahan Januari sudah tuntas semua,” pungkasnya.

 

Ji