Seorang anggota Polisi Polda Maluku Utara diduga dianiaya oleh sejumalah seniornya. Korban saat ini masih terbaring lemas di Ruang Interna Pria Kelas I B RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Senin (16/1/2023).
Sudah tiga hari BRIPDA Rahmat Gazali Lumpah masih terbaring lemas di rumah sakit ditemani sang ibunya Yati Idrus, setelah diduga mengalami penganiayaan dari empat dari enam orang senior oknum polisi pada Sabtu (14/1) sekira pukul 01.00 Wit pekan kemarin.
Penganiayaan korban oleh enam oknum polisi tersebut, diduga dilakukan di belakang Gudang Dolog Kelurahan Markruburu Kecamatan Ternate Tengah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.
dikonfirmasi Yati Idrus ibu korban mengatakan, dirinya hanya meminta keadilan dan para pelaku yang menganiaya anaknya itu diberikan sanksi yang tegas sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi seperti yang dialami anaknya itu.
Baca Juga:
Gempabumi Magnitudo 4.4 Guncang Daruba, Morotai
“Senior seperti begini kalau tidak diproses maka akan ada korban Rahmat-Rahmat berikutnya,” kata dia.
Yati Idrus saat menemaninya anaknya, menceritakan kronolosnya, malam itu Sabtu sekira pukul 03.00 WIT, korban yang baru saja pulang dari tugas tiba di depan rumah dan memanggil dirinya yang berada dalam rumah untuk segera membuka pintu rumah.
Sekitar beberapa menit kemudian, Yati baru mendengar panggilan sang anak yang berada di luar rumah dan kakaknya disuruh untuk membuka pintu rumah setelah itu, korban meminta kepada sang ibu untuk mengantar dirinya ke rumah sakit karena dirinya mengalami penganiayaan dari seniornya.
“Saya baru mau tanya, tetapi anak saya bicaranya sudah tidak jelas, kami keluarga langsung bawa lari ke rumah sakit, sekitar 5 menit korban sudah tak sadarkan diri dan busa keluar dalam mulut, saya masukkan jari-jari ke dalam mulut, dan saya juga sudah menangis menangis melihat kondisi anak saya,” jelasnya.
Yati mengatakan, menurut cerita dari sang anak, malam kejadian itu, sang anak sedang menjalankan tugas piket, namun dia diminta oleh salah seorang senior untuk mengantarnya ke salah satu tempat, ternyata disana sudah ada senior lainnya. Dan diduga telah terjadi kesalahpahaman antara korban dan para pelaku maka disitulah terjadi penganiayaan.
Saat penganiayaan, korban ditampar kemudian diinjak dibagian dada karena diuga keras sehingga korban tergeser dan kakinya terbentur ke sepeda motor yang tak jauh dari situ.
Penganiayaan tidak berhenti sampai disitu, korban terus dihujani pukulan bahkan salah seorang senior menendang begitu keras yang mengenai tubuhnya.
“Anak saya sudah meminta untuk dihentikan karena merasa kepala sudah pusing tapi mereka tidak perduli, malah menanyakan berapa lama mengikuti pendidikan, sehingga baru begitu saja sudah pusing,” tukasnya.
Bahkan menurut keterangan orang tua korban, korban sempat mendapatkan intimidasi dari salah seorang pelaku. Dimana pelaku tidak takut dilaporkan karenan ayah pelaku bertugas di Propam.
“Waktu habis dipukul dia bilang begini, kamu pergi lapor, ayah saya di Propam dia bilang seperti itu. Berarti anak-anak tidak punya etika itu,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan kondisi fisik anaknya malam itu sudah tidak kuat lagi karena sedang menjalankan tugas atau sedang berjaga di pos, selain itu kakinya juga bekas cedera.
Menurut sang ibu, bila anaknya melakukan kesalahan maka harus diberi teguran atau diberi hukuman yang sesuai, bukan dengan cara kekerasan seperti itu.
“Sebagai orang tua harapan kami agar anak kami segera sembuh dan bertugas kembali seperti semula. Memang kondisi sudah agak membaik, tapi dia masih merasa pusing dan setiap masuk kamar mandi harus dipegang,” ungkap Yati.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Propam Polda Malut atas perhatiannya. Keluarga berharap kasus tetap diproses sehingga ada keadilan dan kasus serupa tidak terjadi lagi.
Sementara Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol, Michael Irwan Thamsil saat dikonfirmasi menegaskan bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan oleh pihak keluarga dan sudah ditangani.
“Dan kasus saat ini masih dalam proses dan dipastikan bahwa kasus ini akan diproses sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ji









