IDETIMUR–Kurang sepekan menjelang Hari raya Idhul Adha, wilayah Maluku Utara bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku. Ini disampaikan lasung oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusuf Patiroy.
“Kita Maluku Utara ini masih aman darrah hijau, karen kita daerahnya surplus. Artinya ternak itu justru keluar yang bahaya itu kalau kalau ternak masukke wilayah Maluku Utara,” ucap Yusup, Jumat (1/7/2022).
Meski demikian kata Yusup, Balai Karantina tetap mewaspadai ancaman wabah (PMK) dengan melakukan langkah-langkah pengawasan di sejumlah titik yang tersebar di sepuluh Kabupaten dan Kota.
“Tapi apa pun itu kita tetap waspada karena penyakit itu bisa tertular melalui hewan ternak biasa juga melalui daging. Kita bersyukur karena itu sudah ada intruksi pelarangan masuknya hewan atau daging dari daerah-daerah yang tertular PMK kita tetap tingkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Data dari Balai Karantina Ternate, hewan ternak yang keluar dari wilayah Maluku Utara sudah 700 ekor yang di pasok dari beberapa 5 Kabupaten penghasil sapi.
“Untuk Maluku Utara di tahun 2022 ini sudah 750 ekor hewan yang di kirim keluar daerah tejuan seperti, ke Banggai Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan. Dan terhitung pada bulan Juni kemarin hingga mencapai 277 ekor,” punkasnya.
(Red)









