Halut  

Jelang NATARU, Sapi Maluku Utara Laris Dipesan Hingga ke Kalimantan

Nataru
Foto: Petugas Karantina periksa kesehatan sapi potong sebelum dikirim (istimewah)
Jelang Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) pesanan kebutuhan sapi potong dari luar Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan. Pesanan sapi potong kali ini datang dari Sanggata, Kalimantan Timur.
Sebelum diberangkatkan, sapi dari peternak lokal di Kabupaten Halmahera Utara ini terlebih dahulu diperiksa oleh Balai Karantina Pertanian Ternate. Hal itu dilakukan untuk memastikan hewan yang akan keluar dari Maluku Utara bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Selain bebas dari (PMK) peternak juga harus menunjukkan hasil negatif uji laboratorium hewan bebas PMK melalui random sampling prevalensi 10% menggunakan metode RT-PCR atau ELISA NSP maksimal 1 (satu) minggu sebelum keberangkatan dengan ketentuan sampling.
Baca Juga:
“Mengingat Maluku Utara masih berstatus zona hijau, tentunya sapi ini dapat dilalulintaskan melalui protokol lalulintas berdasarkan SE Satgas PMK Nomor 8 Tahun 2022. Kami telah melakukan protokol lalulintas PMK dengan melakukan karantina 14 hari, sudah memenuhi persyaratan uji lab Elisa NSP negatif PMK, serta telah dilengkapi dokumen pendukung lainnya sperti SKKH, suart rekomendasi keluar, dan rekomendasi pemasukan,” jelas Tasrif, Kepala Karantina Pertanian Ternate, Kamis (22/12/2022).
Baca Juga:
Setelah berkas dinyatakan lengkap, 21 ekor sapi yang akan dikirimkan ke Kalimantan ini kemudian dilakukan sterilisasi alat pengankut Truk untuk menghindari bakteri yang dapat mengganggu kesehatan hewal selama perjalanan.
“Kami juga telah melakukan tindakan disinfeksi, dekontaminasi dan tindakan biosecurity terhadap sapi potong tersebut dan alat angkutnya. Sebagai garda terdepan, kami berkomitmen untuk memastikan hewan rentan PMK yang dilalulintaskan ke setiap daerah telah memenuhi persyaratan protokol dan dipastikan sehat dan bebas dari PMK,” tambahnya.
Ji