Halsel  

Ditengah Keterbatasan, Siswa di Halmahera Selatan Rela Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai Demi Menuntut Ilmu

idetimur.com
Siwa kesulitan pergi ke sekolah akibat sungai yang meluap dan tidak adanya jembatan untuk menyebrangi sungai ft/ist

OBI – Video amatir warga merekam aktivitas para siswa dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 240 Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang setiap hari harus menyebrangi sungai dalam kondisi meluap, Rabu (5/11/2025).

Aksi nekat dan berisiko ini terpaksa dilakukan karena hingga kini belum ada jembatan yang dibangun untuk memudahkan akses warga. Setiap pagi dan sepulang sekolah, para siswa harus menyeberangi sungai agar bisa bersekolah.

Orang tua murid dan warga sekitar turut membantu menyebrangkan para siswa. Meski berisiko, semangat anak-anak untuk terus belajar tidak pernah surut.

Salah satu guru, Ernal Tamadarage, menjelaskan bahwa terdapat dua sungai yang harus diseberangi setiap hari. Jika air sungai meluap, para siswa dan guru terpaksa menunggu hingga kondisi air surut dan aman untuk dilintasi.

“Setiap hari kerja kami selaku guru selalu mengantar anak-anak untuk menyebrangi sungai dan sungai ini adalah sungai yang kedua, dan hari ini kita bersyukur karena sungai saat ini tidak ada banjir,” ujar Ernal.

Perjuangan para siswa ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tetap menyala meski di tengah keterbatasan dan risiko tinggi. Mereka berharap Gubernur Maluku Utara segera membangun jembatan agar para siswa dan guru dapat berangkat ke sekolah dengan aman.

“Kami di Desa Bobo ini ada 8 sekolah, 3 SD, 3 PAUD kemudian ada 1 SMP dan 1 SMK. untu itu setiap hari kami selalu turun kalau orang tua terlambat menjemput anak-anak mereka terpaksa kami harus melewati (bantu menyebrangkan) anak-anak ini. harapan kami kedpan kiranya pemerintah bisa membangun jembatan,” ungkapnya.(adji)