Pasca bencana banjir yang melanda Halmahera Tengah, Maluku Utara, Bupati Ikram Malan Sangadji mengumpulkan sejumlah pihak terkait dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir.
Rapat yang berlansung di Masjid Desa Waibulan Jumat (26/7/2024) itu dihadiri oleh sejumlah pihak diantaranya kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Herdianto Arifin, kepal Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kalpin Nur, Dandim 1512 Weda, Kajari Halteng, Wakapolres Halteng dan pihak perusahaan industri PT IWIP serta tokoh masyarakat lingkar tambang.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ikram mengharapkan peran para pihak dalam menangani dan memitigasi bencana banjir yang melanda enam desa di Weda Tengah.
Baca Juga: Pemda Halteng Gerak Cepat Perbaiki Jaringan Pipa Air Bersih Pasca Banjir
IMS sapaan Bupati Ikram meminta pentingnya kerjasama dalam menanggulangi potensi bencana banjir. Bupati meminta peran penting para kepala desa dan tokoh masyarakat untuk tegas menata dan mengontrol pembangunan khususnya pada bahu jalan nasional dan di sekitar bantaran sungai.

“Penekanan kita adalah jangka pendek dan panjang. Jangka pendek ini kita keroyok dua hari kedepan untuk penanganan sungai Kobe, karena memang penanganan sungai Kobe perlu ijin dari dari Balai Wilayah Sungai Maluku Utara makan kami mengundang dan sepaket time line nya tiga hari untuk merespon,” kata Bupati.
Bupati mengharapkan respon cepat untuk segera menanggani sungai Kobe agar menghindari banjir susulan yang mungkin saja akan kembali terjadi.
Baca Juga: Ketua Tim PKK Halteng Gerak Cepat Siapkan Makanan untuk Pengungsi Bencana Banjir
“Kalau tidak merespon cepat, kami khawatir curah hujan yang akan tinggi lagi akan membuat masyarakat panik karena ada genangan. Itu hasil rapat koordinasi. Kita mengharapkan penanganan cepat dalam skenario penanganan tahun 2024 kemudian untuk jangka panjang,” ungkapnya.
Ikram bilang, untuk penanganan jangka panjang memerlukan beberapa dokumen diantaranya dokumen lingkungan dan dokumen teknis sehingga pada pelaksanaanya tidak keliru atau sesuai prosedur. Meski begitu Bupati menekankan untuk segera memproses perijinan sementara pihak PT IWIP bersedia merevitalisasi infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Di sisi lain, pihak Balai Jalan Nasional Malut dan Balai Wilayah Sungai Malut merespon baik usulan Bupati untuk melakukan pelebaran dan penataan ruas jalan lingkar tambang maupun normalisasi sungai Kobe yang menjadi penyebab bencana banjir.
Kepala Balai Wilayah Sungai Kalpin Nur pada kesempatan itu mengatakan, menyambut baik dan mendukung program pemerintah Halteng khususnya normalisasi sungai. Kata Kalpin, pihaknya akan segera merespon dan mengkoordinasikan ke pusat (Kementerian PUPR)
“Kalau itu kita sepakat lah, kita cari solusi artinya kami juga mendukung rencana mengatasi bagaimana jangan sampai ada potensi terjadi lagi banjir lebih besar lagi bahkan. Tapi saya bilang mereka bersurat nanti saya evaluasi kalau memang kewenagan di saya di Balai saya akan lansung merespon sesuai dengan permintaan beliau tadi (Bupati), tetapi saya sampaikan juga, jika itu bukan kewenagan saya, kami Balai tetap kami sampaikan ke pusat karena ijin itu lansung dari Menteri,” ujar Kalpin Nur.
Dilain sisi pihak PT IWIP yang diwakili oleh Manager Eksternal Katamsi Ginano juga menyatakan kesanggupan pihak IWIP untuk mendukung rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang Pemda Halteng untuk revitalisasi sungai Kobe, pelebaran ruas jalan dan pembangunan perumahan karyawan agar kawasan industri IWIP tertata dengan baik.
Ji









