Halsel  

Akses Jalan Membaik, Mobilitas Penyeberangan Kapal Ferry Babang-Saketa Meningkat

idetimur.com
Peningkatan jalan di ruas Matuting-Saketa selesai dikerjakan, mobilitas mengalami peningkatan ft/ist

HALSEL – Peningkatan jalan pada ruas Weda-Mafa-Matuting-Saketa (WMMS) yang ditangani oleh PPK 2.3, PJN Wilayah II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, mulai berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penyeberangan kapal feri dari Pelabuhan Babang, Bacan menuju Pelabuhan Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan.

Camat Gane Barat, Ikram M. Zen mengungkapkan, kondisi jalan yang kini semakin baik membuat arus perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar. Hal ini secara tidak langsung turut meningkatkan jumlah penumpang dan kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan menuju Saketa.

Menurutnya, peningkatan mobilitas ini bahkan membuat pihak kecamatan mengusulkan penambahan jadwal penyeberangan feri. Saat ini, layanan penyeberangan masih berlangsung sekitar empat kali dalam seminggu.

idetimur.com
Pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjaga jalan tetap terawat ft/ist

“Kalau bisa saya minta satu hari satu kali atau seminggu penuh ada pelayanan penyeberangan, karena jumlah penumpang cukup tinggi. Kadang kendaraan dan penumpang tidak bisa naik karena kapasitas terbatas,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini.

Ia menjelaskan, Pelabuhan Saketa saat ini menjadi salah satu titik transit penting bagi masyarakat yang hendak menuju sejumlah kecamatan di Halmahera Selatan maupun ke Weda, Halmahera Tengah.

Camat juga menyampaikan bahwa kondisi jalan nasional di ruas Matuting-Saketa yang sebelumnya rusak berat kini telah mengalami peningkatan signifikan.

“Kalau Saketa-Matuting sekarang sudah lancar. Memang masih ada beberapa titik yang sedang dikerjakan, tapi kemungkinan tinggal sedikit lagi selesai,” jelasnya.

Perbaikan jalan tersebut juga berdampak pada waktu tempuh perjalanan. Jika sebelumnya perjalanan dari Saketa menuju Weda atau sebaliknya bisa memakan waktu hingga 4-5 jam akibat kondisi jalan rusak, kini dapat ditempuh sekitar 2 jam saja.

Meningkatnya mobilitas masyarakat ini tidak terlepas dari peran Kepala BPJN Maluku Utara, Navy Anugerah Umasangadji, Kasatker PJN Wilayah II, Anggiat A. G. Napitupulu, serta PPK 2.3 Joone Seisi Manus yang terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (aji)