Wagub Tinjau Peternakan Sapi Tilope, Kadis Pertanian Halteng Dorong Sinergi Provinsi-Kabupaten

idetimur.com
Wagub Malut, Sarbin Sehe dan Kepala Dinas Pertanian Halteng, Lutfi Tutupoho serta rombongan Distan Malut meninjau kandang sapi Tilope (ft/idetimur.com)

WEDA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meninjau lokasi peternakan sapi di Desa Tilope, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa (25/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mendorong optimalisasi fasilitas peternakan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Dalam kunjungan itu, Sarbin Sehe didampingi Kepala Dinas terkait dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho. Ia melihat langsung kondisi infrastruktur peternakan sekaligus mendengarkan pemaparan mengenai perkembangan fasilitas tersebut.

Sarbin menilai infrastruktur yang tersedia memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung kebutuhan peternakan, khususnya di wilayah Maluku Utara.

“Saya melihat secara dekat infrastruktur ini sangat bagus untuk dikembangkan. Soal kemudian status lahan ini, saya kira itu bukan soal. Yang penting adalah bagaimana pemanfaatannya,” ujar Sarbin.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sapi di Halmahera Tengah maupun daerah lain, termasuk Halmahera Utara. Jika dikelola secara maksimal, keberadaan fasilitas peternakan itu dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau didorong secara maksimal pasti akan lebih bermanfaat, lebih menghasilkan pendapatan asli daerah ke depan,” katanya.

Sarbin juga menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Menurutnya, pembangunan daerah saat ini tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan komunikasi dan kolaborasi seluruh pihak.

Ia memastikan tidak ada sekat komunikasi antara Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Tengah dalam mendorong pengembangan peternakan tersebut.

“Era ini bukan lagi era kerja sendiri-sendiri. Era kerja semua sama-sama, era di mana semua pihak harus terlibat,” tegasnya.

Terkait dukungan provinsi, termasuk kemungkinan pengadaan bibit sapi baru, Sarbin mengatakan dukungan akan terbuka selama komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dibangun dengan baik.

“Dukungan itu akan terus mengalir ketika komunikasi dibangun dengan baik, kolaborasi dibangun dengan baik, kebersamaan dibangun dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sarbin juga meminta dua kepala dinas terkait untuk meninjau kembali naskah akademik yang menjadi dasar pembangunan fasilitas peternakan tersebut. Ia menilai naskah akademik penting agar pembangunan yang menggunakan anggaran rakyat memiliki arah dan keberlanjutan yang jelas.

Menurutnya, keberadaan fasilitas dengan luas lahan yang sebelumnya diperuntukkan sekitar 50 hektare harus dikaji kembali, termasuk alasan pembangunan dan pemanfaatannya, sehingga fasilitas tersebut tetap terpelihara meskipun terjadi pergantian pemerintahan.

“Kita juga tidak mau terjadi era pergantian pemerintahan, fasilitas yang dibangun pemerintahan sebelumnya terabaikan. Kasihan, itu uang rakyat,” katanya.

Sarbin mengingatkan agar ego sektoral maupun struktural tidak menjadi penghambat keberlanjutan pembangunan. Setiap fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat, menurutnya, harus dipelihara dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemerintahan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur Maluku Utara bersama jajaran pemerintah provinsi.

Lutfi menilai kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten perlu terus diperkuat untuk meningkatkan hasil pembangunan sekaligus mendorong pendapatan daerah.

“Bagaimana cara kerja sama antara Provinsi dan Kabupaten, itu yang harus kita dorong sama-sama untuk meningkatkan hasil pendapatan daerah dan provinsi,” ujar Lutfi.

Ia berharap sinergi antara Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Tengah dapat terus berjalan dalam mengembangkan sektor peternakan di daerah tersebut.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi lintas pemerintahan dalam mengoptimalkan fasilitas peternakan sapi Tilope agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah. (Ji)