Sekitar 386 rumah di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara terendam banjir pada Senin (07/8) kemarin.
Banjir terparah melanda dua desa di Kecamatan Weda Timur yakni desa Messa 200 rumah terendam dan desa Kotalo 186 rumah akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama.
Baca Juga:
Banjir di Halmahera Tengah Rendam Sejumlah Rumah dan Infrastruktur umum
Hujan menyebabkan meningkatnya aliran dan debit air sungai mengakibatkan volume air meluap karena tidak mampu menampung debit air yang cukup tinggi. Akibatnya seratus rumah dan fasilitas umum Puskesmas dan Sekolah terendam banjir.
Baca Juga:
Jembatan Darurat Selesai Dibangun, Warga Mulai Beraktifitas
Selain banjir, longsor juga terjadi di beberapa titik di sepanjang jalan nasional menyebabkan lima kecamatan terisolasi dan di khawatirkan mobilitas angkutan bahan pokok serta medis akan terhambat.
Sementara sejak kemarin pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Tengah telah melakukan penanganan terhadap para korban banjir dan distribusi bantuan.
“Hari ini kami akan evaluasi bagaimana caranya mendistribusikan logistik yang selanjutnya karna ada hambatan beberapa titik longsor yang menghalangi sehingga tidak bisa distribusi logistik,” kata Sekda Halteng, Yanto M. Asri, Selasa (08/8/2023).
Meski ratusan rumah terendam banjir dan longsor di sejumlah titik jalan namun beruntunnya tidak ada korban dalam bencana ini.
“PLN hari ini dia bergerak untuk menuju lokasi untuk melihat titik-titik mana yang bisa diselesaikan atau bisa di antisipasi untuk penerangan,” tandanya.
Ji









