WEDA – Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan tim Pemerintah Daerah melakukan pengecekan langsung (ground check) pekerjaan pengerasan jalan lintas Kulo–Ekor yang menghubungkan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Minggu (25/10/2026).
Pembangunan ruas jalan ini menjadi bagian dari upaya membuka akses antardaerah sekaligus memperkuat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di dua wilayah yang memiliki ikatan kuat dalam falsafah Fagogoru.
Bupati Ikram menjelaskan, gagasan percepatan akses Halteng–Haltim telah dibahas sejak 2023, saat dirinya menjabat Penjabat Bupati Halmahera Tengah. Ketika itu, Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, bersama pimpinan DPRD Haltim bertemu untuk mendiskusikan upaya memperkuat konektivitas kedua daerah.
Dalam pembahasan tersebut, terdapat tiga jalur yang menjadi perhatian, yakni Bicoli–Sakam, Maba–Sagea, dan Kulo–Ekor. Jalur Kulo–Ekor kemudian dikembangkan melalui pembangunan oleh pemerintah kedua kabupaten hingga membuka akses lintas wilayah.
Menurut Ikram, konektivitas ini penting karena masyarakat Halteng dan Haltim memiliki kedekatan sosial budaya yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan, sebagian masyarakat Desa Ekor telah memanfaatkan jalur tersebut untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan di wilayah Halmahera Tengah.
“Halmahera Tengah dan Halmahera Timur merupakan dua daerah Fagogoru yang memiliki hubungan sosial dan budaya yang erat. Karena itu, keterhubungan jalan ini penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kedua daerah,” ujarnya.
Selain jalan Kulo–Ekor, pengembangan akses Kobe–Lukolamo juga menjadi bagian dari upaya memperlancar konektivitas di wilayah Halmahera Tengah. Dengan semakin terbukanya jalur alternatif, perjalanan antarkawasan diharapkan menjadi lebih mudah dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah.
Bupati Ikram juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan terminal komersial Bandara Cekel. Hal tersebut menjadi salah satu topik pembahasan saat dirinya bersama Wakil Bupati berdiskusi dengan Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Jumat sebelumnya.
Menurutnya, pengembangan terminal komersial Bandara Cekel memiliki arti strategis bagi konektivitas udara di Halmahera, termasuk sebagai alternatif akses transportasi ketika terjadi gangguan pada jalur penerbangan lainnya.
Pengalaman gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Gamalama dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan menjadi pengingat pentingnya ketersediaan jalur transportasi alternatif yang dapat mendukung mobilitas masyarakat.
Bupati Ikram berharap, pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan akses transportasi udara dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, konektivitas antardaerah semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat semakin terbuka, dan hubungan antarmasyarakat di wilayah Fagogoru semakin kuat. (*)








