WEDA – Kabupaten Halmahera Tengah mencatat peningkatan signifikan pada produktivitas sektor pertanian sepanjang tahun 2025.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian memberikan berbagai stimulus kepada para petani di dua wilayah basis pertanian, yakni Trans Waleh, Weda Utara dan Trans Wairoro di Weda Selatan,
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah yang dikenal sebagai kawasan industri dan pertambangan, serta memiliki potensi besar dalam penyediaan bahan pangan lokal. Program ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho, menjelaskan kepada idetimur.com bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak lepas dari keseriusan Bupati Ikram M. Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil dalam mendorong sektor ini.
“Pemerintah memberikan perhatian besar pada sektor pertanian. Karena itu, kami memberikan stimulus kepada para petani agar mereka bisa mengelola lahan seluas mungkin. Pemerintah membantu mulai dari aspek teknis hingga pemasaran,” ujar Lutfi, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, berbagai bentuk bantuan telah diberikan, mulai dari pupuk, obat-obatan, mesin bajak, drone penyemprot pupuk dan pestisida, hingga peralatan modern lain seperti mesin tanam. Saat ini, pemerintah juga menunggu kedatangan mesin slep dan mesin pengering padi untuk mendukung modernisasi pertanian.
“Semua bantuan disiapkan pemerintah daerah, mulai dari benih sampai panen,” tambahnya.
Menjelang akhir 2025, Dinas Pertanian mencatat peningkatan produksi beras yang sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Produktivitas padi meningkat hingga 65 persen. Ini angka yang cukup tinggi, dan Halmahera Tengah telah berkontribusi pada program pemerintah pusat menuju swasembada beras,” tegas Lutfi. (adji)









