WEDA – Kepemimpinan Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji (IMS), memperlihatkan bagaimana relasi positif antara pemimpin dan rakyat menjadi kunci utama dalam mempercepat rekonsiliasi dan rekonstruksi pascakonflik sosial di Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat.
Pendekatan yang dibangun tidak semata bertumpu pada penanganan konflik secara struktural, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui komunikasi terbuka dan kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat. Interaksi yang intens, baik melalui kunjungan langsung ke desa maupun di ruang-ruang publik, menciptakan kedekatan emosional yang kuat antara pemimpin dan rakyat.
Kedekatan tersebut semakin diperkuat dengan program insentif bulanan yang menyasar kelompok rentan, seperti janda, lansia, ibu hamil dan menyusui, anak yatim dengan orang tua tunggal, serta penyandang disabilitas. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah sekaligus memperkuat rasa keadilan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, program rumah layak huni yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, khususnya mereka yang terdampak konflik. Upaya ini tidak hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan harapan masyarakat.
Karakter kepemimpinan Ikram yang dikenal tegas, konsisten, namun tetap humanis dengan sentuhan guyonan, menjadi kekuatan dalam membangun relasi sosial yang sehat. Gaya komunikasi yang terbuka dan egaliter tersebut berhasil menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sehingga memperlancar dialog dan memperkuat ajakan untuk kembali hidup rukun.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat Sibenpopo dan Banemo perlahan kembali membangun kebersamaan sebagai satu komunitas, tanpa lagi terikat oleh sekat konflik yang sempat memisahkan.
Tak hanya itu, Ikram juga mampu menggerakkan solidaritas aparatur sipil negara (ASN) untuk terlibat langsung dalam proses pemulihan di lapangan. Kehadiran ASN bersama masyarakat menjadi simbol kuat bahwa pemerintah hadir tidak hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi.
Komitmen, ketegasan, serta gaya komunikasi yang khas menjadi instrumen penting yang digunakan Ikram dalam menangani konflik sosial, sekaligus memastikan proses rekonsiliasi dan rekonstruksi berjalan efektif.
Dengan fondasi relasi yang kuat antara pemimpin dan rakyat, Halmahera Tengah kini menunjukkan optimisme untuk bangkit, menjadikan Sibenpopo dan Banemo kembali sebagai komunitas yang utuh, harmonis, dan saling menguatkan. (aji)









