Pernyataan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Kuntu Daud yang mengatakan aksi demo nakes Rumah Sakit Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate seperti Komunis menuai banyak kecaman.
Salah satu kecaman datang dari DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, atau GMNI Maluku Utara, Maskur J. Latif.
Baca Juga:
Disebut Sebagai “Komunis”, Ketua DPRD Maluku Utara Kuntu Daud Dipolisikan
Menurut Maskur, pernyataan ketua DPRD itu telah menciptakan masalah baru, atau seperti menyobek tenun kebangsaan dan melukai hati Nakes.
“Bahkan pernyataan ketua DPRD itu memperkeruh suasana di tengah perjuangan para Nakes menuntut hak TPP, yang tidak bisa di bendung oleh pemerintah daerah saat ini,” kata dia, Senin (23/01/2023).
Baca Juga:
PLT Direktur RSUD Chasan Boesoirie nyaris Digebuk Nakes
Maskur bilang, GMNI Maluku Utara sangat menyangkan peryataan konyol yang dilontarkan seorang Ketua DPRD dari partai berazas Marhaenisme-ajaran Bung Karno itu.
“Karena itu kami minta agar Kuntu Daud di kader ulang oleh PDIP, itu agar beliau memahami Marhaenisme. Sehingga dia tahu siapa yang harus diperjuangkan. Bukan malah mengeluarkan pernyataan konspiratif dan provokatif,” tegasnya.
Maskur menyatakan, ketua DPRD Maluku Utara tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di RSUD CB Ternate hingga menyebabkan pemboikotan pelayanan IGD.
“Masalah yang meledak di RSUD itu adalah hal yang serius, dan butuh semua elemen,” tandasnya.
Perlu diketahui, peryataan Kuntu Daud soal menyakakan aksi Nakes di RSUD CB Ternate itu telah dilporkan ke polisi.
Ji









