Pakai Uang Pribadi, Bupati Aliong Paparkan Dua Komoditas Unggulan Taliabu di Mata Eropa

idetimurmalut.com
Bupati Aliong Mus usai mengikuti kegiatan memaparkan dua komoditas unggulan di Eropa ft/ist

Perjalan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus dalam rangka kegiatan APKASI Tahun 2024 tidak menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah kabupaten Pulau Taliabu.

“Jadi perjalanan dinas Bupati tidak menggunakan APBD. Beliau menggunakan dana pribadi untuk berangkat, itu juga tertuang dalam surat Gubernur Maluku Utara yang disampaikan pada sekjen Kemendagri tentang permohonan ijin perjalanan dinas luar negeri bupati Pulau Taliabu tertanggal 02 April 2024, salah satu item dari surat tersebut adalah sumber anggaran perjalanan dinas menggunakan anggaran apa, dan untuk Bupati Pulau Taliabu menggunakan anggaran pribadi,” ungkap Kadis informasi dan komunikasi Kabupaten Pulau Taliabu, Basiludin Labesi.

Baca Juga:

Bupati Taliabu Aliong Mus Kembali Sambagi Eropa Guna Tingkatkan Investor di Taliabu

Untuk di ketahui bahwa Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Bersama Sejumlah Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) kembali menyambangi beberapa negara kaya Eropa untuk mengikuti Forum Bisnis dan Studi Tiru Internasional yang di laksanakan sejak tanggal 2-10 Mei 2024 di Belanda, Belgia dan Prancis.

Menurut Bupati Aliong Mus, tujuan dari mengikuti kegiatan tersebut di antaranya diskusi tentan inovasi daerah dan memperluas pasar komoditi unggulan daerah bersama para pelaku usaha dan diaspora, melakukan perdagangan langsung komoditi unggulan daerah kepada para pelaku usaha di Belanda, Prancis dan Belgia, menawarkan investasi yang dibutuhkan daerah kepada para investor Uni Eropa serta melakukan penjajakan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dan potensi lokal.

“Dalam kesempatan tersebut Bupati Pulau Taliabu di beri kesempatan untuk mempromosikan komoditi unggulan seperti potensi perikanan dan pertanian yang menjadi salah satu investasi yang menjanjikan di Pulau Taliabu,” jelas Basiludin.

Di kesempatan tersebut bukan hanya menjadi forum bisnis tapi juga menjadi wadah untuk melakukan studi tiru internasional terkait dengan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan potensi lokal.

 

Ar