Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mendapatkan perlakuan kekerasan fisik dari sejumlah siswi lainnya, Jumat (26/5/2023).
Dari tayangan video berdurasi 2 menit yang beredar. Peristiwa itu diketahui terjadi lingkungan Sekolah Dasar Alkhairat labuha, korban merupakan siswi Alkhairat sedangkan para pelaku kekerasan merupakan siswi SD Negeri 68 Halmahera Selatan.
Baca Juga:
Marak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Kadis DP3A Malut Minta Aparat Tindak Tegas Para Pelaku
Korban yang seorang diri dicegat oleh sejumlah siswi yang berjumlah 8 orang kemudian melancarkan aksi kekerasan. Bahkan, hijab korban ditarik paksa dari kepala dan beberapa kali seorang siswa menendang korban dengan kencang.
Bahkan para siswi ini juga mengeluarkan kata-kata yang tak pantas di ucapkan oleh anak seusia mereka.
Pemicu kejadian itu, sebelumnya korban meminjam sepeda dari pelaku kemudian sepeda tersebut rusak dan kemudian pelaku dan korban sepakat untuk mengganti kerusakan sepeda tersebut dgn uang Rp100.000. setelah itu kurang lebih 3 hari mau ketemu korban tapi tidak ketemu akhirnya pada hari jumat si pelaku mengajak dua teman utk mencari korban yang sekolahnya di Sd Alkhairat labuha setelah ketemu dan korban pada saat itu hanya memiliki uang Rp 25.000. dan pelaku tidak mau terima Ahirnya terjadi perkelahian.
“Sementara dalam proses penyelesaian, saya dan Kepala Dinas P3A Kabupaten sudah menemui pihak- pihak yang bermasalah, sesuai instruksi Pak Bupati untuk secepatnya di selesaikan,” kata Safiun Radjulan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan.
Kejadian itu sangat. Namun demikian upaya mediasi antara keluarga korban dan keluarga para pelaku dalam upaya penyelesaian.
“Pelaku dari pembulian itu ada tiga orang, yang pertama berinisial NA yang duduk di kelas 6 SD, kemudian RT yang duduk di kelas 5 SD dan NM yang duduk di kelas 6 SD. Sedangkan korban MM duduk di kelas 6 SD Alkhairat,” jalsnya
Ji









