Meski Dikebut Waktu, BPJN Malut Konsen Bangun Infrastruktur Sail Tidore

Sail tidore
Foto: PPK 2.4 Nanti H. Lumbantobing Pantau pekerjaan di sejumlah titik (idetimur.com)

Pembangunan sarana infrastruktur pendukung Sai Tidore yang ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, saat ini sudah mencapai progres yang memuaskan.

Sejumlah item fisik seperti sarana pejalan kaki (Trotoar) di pelabuhan Rum dan di Soasio sudah mulai menapkan hasinya. Selain sarana Trotoar, sejumlah pekerjaan lainnya seperti penanganan 3 titik longsoran, rehab Minor/Mayor jalan ruas pulau Tidore serta perbaikan 10 jembatan juga sudah mulai dikerjakan.

BPJN Maluku Utara dibatasi waktu hingga tanggal 20 November meski kontrak pekerjaannya sampai Desember 2022. Hal ini dikarenakan pelaksanaan Sail Tidore akan berlansung dari tanggal 24-29 November 2022.

Baca Juga:

PPK 2.4 BPJN Malut Pacu Infrastruktur Sail Tidore

“Kami juga dipercayai untuk menangani lapangan upacara di Tugulufa, kemudian di depan Tugulufa juga kami dipercayai menangani trotoar yang masih terbuka kalau pun itu bukan daerah jalan nasional. Target kami selesai 31 Oktober 2022, tetapi untuk mendukung Sail Tidore kami dikasih kesempatan sampai dengan 20 November ini, tanggal 21 keatas itu tidak ada kegiatan lagi cuma pembersihan. Nanti tanggal 30 berlanjut lagi bekerja,” jelas Nanti H. Lumbantobing, PPK 2.4 BPJN Malut, Kamis (3/11/2022).

Baca Juga:

Akan Dibuka Presiden, Persiapan Sail Tidore Hampir 100 Persen

Untuk Sai Tidore ini, BPJN Maluku Utara sangat konsen membangun infrastruktur penunjang agar Sail Tidore 2022 ini berjalan sukses. Saat ini infrstruktur penunjang yang dikerjakan progresnya sudah mencapai 30 persen.

“Harapan kami, Pemda (Tidore) segera mendekati masyarakat yang berhadapan dengan kami seperti, longsoran karena beberapa waktu kemarin pekerjaan terhambat lantaran warga menuntut pembayaran tanah longsoran yang sedang kami kerjakan,” ucapnya.

 

Adji