IDETIMUR — Sejumlah Ormas/OKP yang ada di kabupaten pulau Taliabu menggelar aksi di kantor kejaksaan negeri (kejari) setempat, Senin (20/6/2022).
Mereka terdiri dari DPD Barisan pemuda Nusantara (Bapera), Gerakan pemuda Marhaenis, dan Persatuan Alumni Gerakan mahasiswa Nasional Inonesia Kabupaten pulau Taliabu.
Dalam aksi itu, masa mempertanyakan fungsi Kejaksaan Negeri Taliabu yang hanya terkesan diam sementara pekerjaan fisik yang diduga siluman luout dari pantauan Kejati Taliabu.
Sala satunya dugaan tindak pidana korupsi
pengadaan baju batik tradisional yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.2 Miliar lebih (2m-lb) dengan melibatkan mantan kabag umum Taliabu CMP.
Koordinator lapangan (Korlap), Karnudin La kudu dalam orasinya menyampaikan ada beberapa lagi laporan yang telah di masukan ke kejari Taliabu dan tak kunjung di tindaklanjuti.
“Terlalu banyak kasus korupsi yang tidak bisa di usut tuntas oleh pihak Kejari Taliabu maka suda sepantasnya kami katakan mosi tidak percaya kepada Kejari talaibu,” beber Udin.
Ekil lede menambahkan,dugaan tindak pidana korupsi yang ada di Taliabu ini tidak boleh dibiarkan kawan-kawan negara harus patut memandang atas kejahatan mafia proyek yang secara masif kemudian hal ini juga suda sewajarnya di ketahui oleh seluruh lapisan masyarakat talaibu.
Dalam hearing tersebut, Kajari Taliabu Alfred Tasik Palulungan, mengungkapkan alasan kinerja Kejari hibgga begitu lamban akibat kekuarangan anggaran.
“Jadi kami terkendala oleh anggaran, di DIPA kami itu hanya 2 Milyar lebih, dan itu untuk operasional di setiap langkah hukum yang kami lakukan, anggaran ini hanya untuk 2 kasus pertahunnya, ujarnya
(Ar)









