Sagu masih menjadi salah satu sumber pangan penting yang dikonsumsi oleh masyarakat Halmahera Tengah. Melihat potensi besar di wilayah seperti Desa Kia dan Desa Sagea, Ketua Tim Penggerak PKK Halmahera Tengah, Ny. Rallia Asyari Ikram, mendorong agar pengelolaan dan pemanfaatan sagu ditingkatkan sebagai upaya mendorong ketahanan pangan dan membuka sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
Ini disampaikan Rallia saat menghadiri kegiatan ‘Lomba Desa 10 Program Pokok PKK’ di dua desa tersebut pada Rabu (28/5/2028/5). Ia menyampaikan bahwa sagu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara optimal.
“Sagu ini adalah warisan pangan lokal yang masih kita konsumsi sampai sekarang. Dengan pengelolaan yang baik, sagu bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Saya harap dinas terkait ikut mendukung masyarakat dalam upaya ini,” ujar Rallia.
Merespons hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan produktivitas olahan sagu.
“Kami akan menyalurkan bantuan berupa peralatan pengolahan sagu untuk masyarakat di Desa Kia dan Sagea, agar produksi sagu meningkat dan dapat memenuhi permintaan pasar lokal,” katanya.
“Akan memberikan bantuan seperti mesin parut sampai alat-alat paska panen sengsor, semua itu akan disiapkan oleh Dinas Pertanian,” ujarnya.
Diketahui, meskipun memiliki potensi sagu yang melimpah, masyarakat setempat masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat produksi, sehingga pengolahan masih dilakukan secara tradisional dan dalam skala kecil.
Dengan dukungan TP-PKK dan dinas terkait, diharapkan potensi sagu di Halmahera Tengah dapat dioptimalkan, baik sebagai sumber pangan lokal maupun sebagai komoditas ekonomi yang berdaya saing.
Adji









