Animo masyarakat Halmahera Tengah, memberikan dukungan kepada calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) tidak terbendung, khusunya di zona 3 yang merupakan basis suara Cabub nomor 2 Elang-Rahim.
Pasalnya, Patani Utara sebagai lumbung suara terbesar Edi Langkara kini telah bergeser kepada (IMS) sebagai penantang baru yang mampu memikat hati masyarakat Patani Utara khususnya dan masyarakat.
Berdasarkan data dukungan yang telah dikantongi Tim Pemenang, IMS-ADIL memperoleh dukungan real sebanyak 3000 lebih suara dari total DPT 5400. Sementara sisa suara lainnya terpecah pada dua cagub lainnya dan sebagain belum menentukan pilihan.
Bahkan 5 desa seperti Desa Maliforo, Gemia, Woyobibil, Bilifitu dan Desa Santosa dukungan kepada IMS-ADIL mencapai 800 lebih dari DPT 2.200 jiwa.
Gemia yang dikemas sebagai basis fanatik Elang tidak pernah dijamah olah Paslon lain dari tahun ke tahun pada momen Pilkada Halmahera Tengah. Kehadiran IMS-ADIL dengan sekejap mengubah paradigma politik masyarakat Gemia. Mereka dengan suka rela mendukung, memasang Baliho, membangun posko bahkan tergabung dalam tim pemenangan IMS-ADIL.
Jubir IMS-ADIL, Hamdan Halil mengungkapkan, hal ini telah terbukti dari antusias masyarakat Patani Utara yang selalu mengikuti kegiatan IMS-ADIL. Terakhir jalan sehat IMS-ADIL yang di gelar secara serentak di sejumlah kecamatan begitu membludak, lebih-lebih Patani Utara begitu tumpah ruah tak terbendung.
Sepanjang jalanan Tepeleo menjadi lautan manusia dengan gema teriakan yel-yel “Buang Lama, Ganti Baru”. Yel-yel ini juga menggema di 10 Kecamatan se-Halteng.
“Ini membuktikan masyarakat Patani Utara khususnya dan pada umumnya masyarakat Halteng telah jenuh dengan gaya kepemimpinan lama yang doyan janji tak kunjung ditepati, tidak becus mengurus daerah, meninggalkan 360 utang pihak ketiga sepanjang 2017-2022, devisit APBD 2023 sebesar 400 Milyar, mangkraknya puluhan mega proyek dengan anggaran fantastis hingga berakhirnya masa jabatan, dan masih banyak masalah pelik lainya yang diselesaikan IMS dalam kurun waktu yg singkat,” ujar Hamdan.
Lebih lanjut Hamdan mengatakan, salah satu janji Elang menjanjikan Patani Utara sebagai kawasan ekonomi terpadu, namun proyek tersebut hanya berakhir dengan penimbunan reklamasi pantai hingga berakhirnya masa jabatan, tak kapok kini dirinya kembali janjikan Weda Selatan sebagai pusat perdagangan setelah janji di Patani Utara hanya isapan jempol belaka. Masih banyak lagi janji politik yang tak kunjung ditepati.
“Karena itu terdapat kejenuhan masyarakat dan menginginkan gaya baru seperti yang ditunjukan IMS sepanjang memimpin Halteng 1,7 tahun 25 hari. IMS tidak banyak janji, namu langsung mengeksekusi berbagai kebijakan pro rakyat yang bersentuhan langsung dengan masalah yang dihadapi Masyarakat, sehingga dirinya diminta secara langsung oleh masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Bupati dan kini telah meraup dukungan melimpah ruah tak terbendung di setiap Desa dan Kecamatan se Halteng,” ungkapnya.
Red









