Kabalai BPJN Malut Monev Ruas 2.3, Pelebaran Jalan di Wairoro Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

idetimur.com
Kabalai, Kasatker II dan PPK 2.3 melihat lansung pelebaran jalan di Wairoro yang merupakan sentra pertanian di Halmahera Tengah (ft/idetimur.com)

WEDA – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, H. Abdul Hamid Payapo, kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan pada wilayah kerja Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II, Kamis (4/6/2026).

Sejak pagi, Abdul Hamid bersama jajaran BPJN Maluku Utara meninjau ruas Weda–Mafa–Matuting–Saketa yang menjadi bagian dari paket preservasi yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dalam kunjungan tersebut, sejumlah lokasi pekerjaan ditinjau secara langsung, mulai dari kegiatan pelebaran jalan di kawasan sentra pertanian Wairoro, pembersihan bahu jalan, hingga hasil pekerjaan rekonstruksi jalan di beberapa titik.

Kepala BPJN Maluku Utara menjelaskan, paket preservasi SBSN Weda–Mafa–Matuting–Saketa merupakan proyek multiyears yang dimulai pada 2025 dan dijadwalkan selesai pada Desember 2026.

“Hari ini kami meninjau paket preservasi SBSN ruas Weda–Mafa–Matuting–Saketa. Pekerjaan ini telah berjalan sejak tahun 2025 dan akan berakhir pada tahun 2026. Total panjang penanganan pada ruas yang menjadi tanggung jawab PPK 2.3 mencapai sekitar 27 kilometer,” ujar Abdul Hamid.

Menurutnya, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, masih terdapat kendala teknis yang perlu diatasi, terkait distribusi material konstruksi dari luar Pulau Halmahera.

“Secara umum progres pekerjaan cukup baik. Namun masih ada kendala pada mobilisasi material dari luar Halmahera. Kami berharap dalam waktu dekat seluruh material sudah tiba di lokasi sehingga pekerjaan dapat dipercepat dan selesai sesuai target,” katanya.

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus dalam kunjungan tersebut adalah kawasan Wairoro yang dikenal sebagai sentra pertanian utama di Kabupaten Halmahera Tengah. Di kawasan ini, BPJN Maluku Utara tengah melaksanakan pelebaran badan jalan dari semula 4,5 meter menjadi 6 meter dengan panjang penanganan sekitar 2 kilometer.

idetimur.com
Foto udara pelebaran jalan di sentra pertanian Wairoro, Halteng (ft/idetimur.com)

Kabalai menegaskan, peningkatan kapasitas jalan di Wairoro sangat penting karena akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses alat dan mesin pertanian yang digunakan petani.

“Pekerjaan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi hasil pertanian akan semakin lancar dan aktivitas para petani dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (3/6/2026), Kabalai H. Abdul Hamid Payapo bersama jajaran BPJN Maluku Utara juga melakukan serangkaian peninjauan infrastruktur pada sejumlah wilayah kerja Satker II. Kegiatan tersebut meliputi pengecekan penanganan Jembatan Akelamo di Sofifi, pemeliharaan Jembatan Kali Oba, preservasi ruas Simpang Dodinga–Weda, serta inspeksi tujuh titik longsor di ruas Payahe–Weda.

Dari hasil pemantauan, dua titik longsor ditangani saat ini secara permanen, sementara lima titik lainnya akan mendapatkan penanganan sementara sambil menunggu usulan pekerjaan permanen yang direncanakan masuk dalam program tahun 2027.

Selain itu, Kabalai bersama rombongan juga meninjau ruas Weda–Patani serta lokasi alih trase Jalan Nasional Gunung Tabalik yang saat ini menjadi bagian dari dukungan infrastruktur terhadap pengembangan kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Tengah.

Dengan kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, BPJN Maluku Utara memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang sedang berjalan tetap sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (aji)