Hukrim  

Jalan Nasional Weda-Sagea Tidak Dilanjutkan Kejati Malut

Jalan nasional
Foto: Ilustrasi (idetimur.com)

IDETIMUR — Proyek Jalan Nasional Weda-Sagea Milik Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara yang sempat ditelusuri oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, tidak dapat dilanjutkan.
Kasipenkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga kepada Sejumlah Wartawan, Jum’at 10 Juni 2022 menyampaikan bahwa proyek Pembangunan Jalan Nasional sagea-weda setelah dilakukan tahapan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Namun setelah dilakukan analisa atau kajian hukum berdasarkan fakta-fakta lapangan ternyata tidak ditemuan adanya peritiwa hukum yang dapat merugikan keuangan negara.

“Jadi Informasi Proyek weda-sagea yang dianggap bermasalah itu ketika dilakukan ondespot atau turun ke lokasi kemudian dianalisa tidak ditemuan adanya peritiwa hukum yang dapat merugikan keuangan negara sehingga tim berkesimpulan tidak dapat dilanjutkan,”Jelas Richard.
Juru bicara Kejaksaan Tinggi itu menuturkan, terkait soal alitrase di kawasan Industri PT.IWIP pada beberapa ruas benar adanya.

” benar ada beberapa ruas jalan yang di lakukan alitrase. Tetapi Permohonan itu dilakukan oleh Perusahaan ke menteri PUPR,”Tukas Richard.

Sekedar di ketahui, Proyek jalan Weda-Sagea dengan panjang 6.2 KM dikerjakan PT. Buli Bangun dengan nilai kontrak Rp. 43.573.070.000. Dari total anggaran tersebut terbagi dari 5 item kegiatan, yakni Rp. 35.403.278.000 untuk rekonstruksi Jalan, Rp. 531.222.000 untuk Pemeliharaan Rutin Jalan, Rp.481.027.000 pemeliharaan rutin jembatan, dan Rp. 6.661.669.00, rehabilitasi jembatan serta pemeliharaan rutin kondisi senilai Rp. 495.873.000.

 

(Red)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *