IWIP Suplai 8.5 Megawat untuk Penuhi Kebutuhan Energi di Halmahera Tengah, Bupati Ikram: Alhamdulillah

idetimurmalut.com
Foto bersama Bupati Ikram, Mr. Kevin He, GM PLN Maluku-Malut dan jajaran ft/idetimurmalut.com

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji menyaksikan lansung Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama Jual Beli Tenaga Listrik antara PT Weda Bay Nickel (PT IWIP) dan PT PLN (Persero) pada Senin (28/4/2025).

Penandatanganan ini dilakukan lansung oleh GM PT PLN Maluku-Malut, Awat Tuhuloula dan Vice President, Mr. Kevin He. PT IWIP memberikan 8.5 megawat kepada pemerintah Halmahera Tengah yang akan dikelola oleh PT PLN (Persero).

Kerja sama ini merupakan upaya Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, untuk mengatasi kebutuhan tenaga listrik yang hingga kini belum maksimal dalam melayani masyarakat. Bupati Ikram mengungkapkan bahwa tenaga listrik yang tersedia saat ini hanya tersisa sekitar 1 megawat.

idetimurmalut.com
Penandatanganan kerja sama yang disaksikan oleh Bupati Ikram ft/idetimurmalut.com

“Saya meminta suplai kapasitas listrik dari PLTU PT IWIP dan saya masih ingat juga pada bulan Maret 2023 telah di suplai 5 megawat namun cepat sekali di suplai kepada customer di wilayah Halteng, sehingga kami membutuhkan tambahan suplai. Nah tadinya ada tambahan 2.5 megawat untuk wilayah Weda, Weda Tengah, Utara dan Weda Timur tapi saya sebagai Bupati Halteng meminta tambahan 2 megawat untuk wilayah Patani. Jadi hari ini sudah ditanda tangani 8.5 megawat,” kata Bupati Ikram.

Baca Juga: Peringati World Safety Day, Tekad IWIP Budayakan Keselamatan Kerja

Beliau juga menjelaskan bahwa konsumsi listrik lebih banyak digunakan oleh pelaku usaha maupun subkontraktor perusahaan, sehingga pasokan untuk masyarakat menjadi tidak mencukupi dan menyebabkan pemadaman listrik secara berkala.

Bupati Ikram meminta agar suplai 8.5 megawat dari IWIP ini dimanfaatkan dengan baik oleh PLN dengan memperketat suplai atau menyeleksi calon pengguna.

“Permintaan pertama 5 megawat akhir Desember 2023 itu tinggal 0.6 megawat. Nah setelah kami cek ternyata banyak sekali disuplai ke usaha-usaha terutama kos-kosan. Kami akan menyampaikan ke PLN melalui surat resmi, tambahan 3.5 khususnya 2.5 untuk wilayah Weda harus dipertimbangkan yang pertama, kos-kosan yang pemiliknya berada di luar, tempat-tempat usaha pemiliknya berada di luar Halmahera Tengah, kami tidak ingin,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, langkah ini dilakukan untuk mencegah pemborosan atau mengurangi kapasitas daya listrik yang diberikan PT IWIP kepada mereka yang memiliki usaha namun berdomisili atau tinggal di luar Halmahera Tengah. Sehingga hasil usaha mereka tidak berputar di Halmahera tengah melainkan keluar dari Halmahera Tengah. Hal ini yang khawatirkan Bupati.

Selain itu, Bupati Ikram menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pelayanan listrik di Pulau Gebe, yang dinilainya masih jauh dari memadai. Ia meminta 1 megawat IWIP untuk masyarakat Pulau Gebe.

“Tadi juga kita sudah berdiskusi bagaimana pelayanan listrik di pulau Gebe bisa terealisasi. Kita bersama PLN akan berkoordinasi bagaimana gardu ini bisa dilakukan penyambungan. Kalau memang dibutuhkan penyambungan menggunakan kabel bawah laut, akan kita mengundang pihak-pihak perusahaan sehingga ikut membantu dalam bentuk PPM (RIPPM) atau CSR agar terpenuhi rasio elektrik di pulau Gebe,” ungkapnya.

Selain kebutuhan energi, kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih juga menjadi perhatian Bupati Ikram, dalam waktu dekat, kebutuhan air untuk masyarakat juga akan segera terpenuhi.

“Alhamdulillah listrik sudah, nah mungkin di bulan Agustus air bersih, kualitas air bersih yang bisa lansung diminum pada dibangun sehingga kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih khususnya wilayah Weda itu terlayani dengan baik,” tandasnya.

 

Ji