Dua malam sudah ratusan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara menduduki fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Sabtu (21/01) kemarin.
Ini dilakukan mereka lantaran masa aksi belum mendapatkan kepastian pembayaran TPP 15 bulan yang tertunggak. Masa yang didominasi oleh Ibu-ibu ini rela meninggalkan keluarga mereka berhari-hari hanya untuk menuntut hak mereka.
Baca Juga:
PLT Direktur RSUD Chasan Boesoirie nyaris Digebuk Nakes
Dengan beralaskan terpal plastik, masa rela tidur diatas lantai teras IGD dan makan seadanya. Sesekali masa mendapatkan perhatian dari sejumlah dermawan yang membantu memberikan makanan sebagai rasa simpati atas nasip para nakes.
Meski tuntutan mereka belum terpenuhi dan masih menduduki pintu IGD, para nakes tidak kehilangan rasa tanggung jawab atas profesi mereka. Mereka tetap setia melakukan pelayanan pada masyarakat.
Baca Juga:
Belum ada Kata Sepakat Pelunasan TPP, Nakes Tetap Duduki IGD
“Jadi IGD tetap kita fungsikan untuk pasien yang gawat darurat. Hari ini aja kita ada operasi 7 pasien padahal hari libur, ada gigi palsu, ada orang yang infeksi perut, ada orang yang sesar untuk melahirkan tetap kita layani pasien-pasien itu, tapi pasien rawat jalan yang tidak emergensi kan Rumah Sakit Swata banyak,” ujar salah satu dokter yang tidak ingin disebutkan namnya, Minggu (22/01/2022).
Meski begitu, ia mengungkapkan rasa kesalnya atas nasib mereka yang menurutnya selalu dipermaikan Pemprov Malut dimana, tuntutan mereka sampai saat ini belum terpenuhi.
“Ya kita rasa dongkol (marah) 15 bulan itu bukan waktu yang pendek, itu kesabaran tingkat dewa juga tidak bisa sementara kita setiap hari ada keperluan makan sehari-hari setiap bulan harus bayar keperluan anak tapi kita tetap laukan pelayanan karena satu sisi meski kita dongkol dengan masalah TPP tapi kita punya kewajiban untuk jalani profesi kita, tapi kita tetap selektif,” jelasnya.
Ji









