WEDA – Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dan mengambil peran aktif dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Provinsi Gorontalo.
Sebagai ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh pertanian, serta pelaku usaha dari seluruh Indonesia, PENAS menjadi wadah strategis untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat jejaring dan kemitraan di sektor pertanian dan perikanan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah, Lutfi Tutupoho, mengatakan bahwa berbagai persiapan terus dimatangkan guna mendukung keikutsertaan kontingen daerah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Halmahera Tengah tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berkomitmen untuk turut menyukseskan pelaksanaan PENAS XVII Tahun 2026.
“PENAS merupakan momentum penting bagi petani dan nelayan untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta membangun kerja sama yang dapat mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan di daerah,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah akan memberangkatkan sebanyak 51 peserta yang terdiri dari petani subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Keikutsertaan para petani ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta menyerap berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan di daerah.
“PENAS merupakan momentum penting bagi petani untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan kemitraan. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat belajar langsung dari praktik-praktik terbaik yang diterapkan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Lutfi.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan nasional ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap dapat mempromosikan potensi pertanian daerah, memperluas akses terhadap informasi dan teknologi pertanian, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
PENAS 2026 di Gorontalo juga diharapkan menjadi sarana bagi petani dan nelayan Halmahera Tengah untuk meningkatkan pengetahuan, memperkuat kolaborasi, serta mendukung terwujudnya pembangunan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (aji)









