WEDA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mencatat berbagai capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Ter-CEPAT selama hampir satu tahun kepemimpinan IMS–ADIL, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program prioritas ini menyasar sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.
Pendidikan Gratis dan Beasiswa Ribuan Mahasiswa:
Di sektor pendidikan, Pemkab Halteng memastikan layanan pendidikan gratis mulai dari TK/PAUD hingga SMA. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp19.499.125.223 bagi 2.999 mahasiswa.
Rincian penerima beasiswa tersebut terdiri dari 2.624 mahasiswa strata satu (S1), 303 mahasiswa pascasarjana (S2), serta 10 mahasiswa doktoral (S3). Program ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Halmahera Tengah.
Kesehatan Gratis, Capaian Tertinggi di Maluku Utara:
Pada sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mencatat prestasi membanggakan melalui Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer.
Hingga 29 Desember 2025 pukul 16.00 WIT, capaian PKG mencapai 71,91 persen, tertinggi di Provinsi Maluku Utara. Angka ini melampaui target nasional sebesar 36 persen dan target Provinsi Maluku Utara sebesar 70 persen.
Keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan dasar yang adil, inklusif, dan berkelanjutan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
Penurunan Stunting Signifikan
Upaya percepatan penurunan stunting juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Halmahera Tengah turun dari 29,5 persen pada 2024 menjadi 14,7 persen pada 2025, atau menurun 9,8 persen.
Sementara itu, data SIGIZI KESGA Kementerian Kesehatan RI mencatat tren penurunan berkelanjutan, dari 19,8 persen pada 2022, menjadi 12,45 persen pada 2023, 2,98 persen pada 2024, dan 2,80 persen pada 2025. Capaian ini merupakan hasil sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi, perlindungan sosial, hingga peran aktif pemerintah desa dan masyarakat.
Layanan Kesehatan dan Rujukan Gratis:
Sepanjang tahun 2025, total penerima manfaat pelayanan kesehatan gratis mencapai 111.822 jiwa, terdiri dari 81.552 pasien rawat jalan puskesmas, 1.260 pasien rawat inap puskesmas, serta 29.010 pasien rawat jalan RSUD Weda.
Untuk menunjang program ini, Pemkab Halteng mengalokasikan anggaran Rp7.404.292.800, dengan realisasi hingga Desember 2025 sebesar Rp4.082.698.334, yang digunakan untuk pembayaran klaim rawat inap dan pelayanan rujukan ke luar daerah, seperti Ternate, Tidore, Tobelo, Manado, Makassar, hingga Jakarta.
Insentif dan Santunan Sosial:
Di bidang kesejahteraan sosial, pemerintah daerah menyalurkan insentif bagi 553 tokoh agama (imam dan pendeta) dengan total anggaran Rp8.760.000.000. Selain itu, santunan duka disalurkan kepada 340 keluarga penerima dengan total anggaran Rp1.700.000.000.
Pemkab Halteng juga memberikan insentif bagi ibu hamil dan menyusui sebagai intervensi gizi sensitif, dengan total penerima 2.687 orang dan anggaran Rp6.966.000.000.
Sementara itu, insentif bagi penduduk rentan mencakup 461 penyandang disabilitas, 773 anak yatim piatu, 1.711 janda, dan 3.029 lansia, dengan total penerima manfaat 5.974 jiwa dan anggaran mencapai Rp27,93 miliar.
Ribuan Rumah Layak Huni Dibangun:
Di sektor perumahan, sepanjang tahun 2025 pemerintah daerah membangun dan merehabilitasi 735 unit Rumah Layak Huni (RLH) dengan total anggaran Rp103.203.026.748 yang melibatkan sejumlah perangkat daerah, desa, hingga dukungan CSR.
Secara akumulatif, sejak 2023 hingga 2025, total pembangunan RLH di Halmahera Tengah mencapai 2.412 unit dengan total anggaran Rp262,39 miliar.
Capaian ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam merealisasikan Program Ter-CEPAT sebagai upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. (adji)









