Halut  

Banjir Rob Terjang Halmahera Utara, Warga Diungsikan

Banjir rob
Foto: Banjir Rob sapu rumah warga (istimewah)

Inilah detik-detik saat warga desa desa wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara membantu mengevakuasi barang-barang dari rumah salah satu warga yang diterjang banjir Rob.

Angin kencang dan ombak menghantam pesisir pantai itu hingga nyarir membuat rumah warga hanyur terbawa arus.

Sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Banjir rob terjadi akibat gempa bumi magnitudo 7.1 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Rabu (18/01).

Baca Juga:

Dasyat! Gempa 7.1 Guncang Sulut Dirasakan Sampai Maluku Utara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI danwarga terjun ke lokasi untuk membantu warga, mereka membangun penghalang dari menggunakan karung berisi pasir untuk mengurangi dampak dampak banjir rob.

Baca Juga:

Ini Penyebab Terjadinya Gempa Magnitudo 7.1 yang Mengguncang Dua Provinsi

“Bencana ini terjadi kemarin setelah gempah 7.1 sr sehingga terjadi banjir rob di desa wosia, kecamatan tobelo. dan kami dari bpbd sudah mengusikan mereka kesuata tempat yang maman yaitu dipasar higenis di kawasan perikanan. saat ini bpbd, masyarakat dan TNI sama-sama bekerja membuat talud sementara pasr kemudian diisi kekarung untuk menahan ombak agar masyarakat dipesisr ini,” ungkap  Abner Manery, Kepala BPBD Halmahera Utara, Kamis (19/01/2023).

Sementara itu petugas prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Kelas I Babullah Ternate, Setiawan menjelaskan, bencana air pasang di Halmahera Utara itu di karenakan saat ini wilayah Maluku Uatra memasuki fase bulan baru. BMKG telah mengeluarkan perakirawan akan terjadinya banjir dipesisir pantai di wilayah Maluku Utara, karena sudah memasuki fase bulan baru.

Bahkan ia menjelsakan kondisi ini pada bulan bulan Desember 2022 lalu itu terjadi banjir pesisr pantai namun seperti beberapa wilayah seperti di Ternate dan Tidore, namun karena pemukiman warga yang sudah tertata sehingga tidak terkena dampak.

Sedangkan kata dia, untuk di Tobelo, Halmahera Utara sendiri kita belum lihat potensi besar, kalau masyarakat yang terkena dampak harus ada penataan ulang terhadap pemukiman masyarakat di bibir pantai.

“Gelombangnya saat ini belum terlalu berdampak, namun sangat berdampak dirasakan masyarakat di Tobelo karena tempat tinggal mereka tidak berada pada posisi yang aman. saat ini hingga tanggal (23/01) memang poteni terjadi peningkatan tinggi gelombang di wilayah Maluku Utara bagian utara. namun kita ketahui tinggi gelombang belum sigifikan tetapi ada kecepatan angin, penambahan itu bisa terjadi di halmahera selatan, pulau mangoli falabisahaya, Kepulauan Sula, terjadi tingginya kecepatan angin itu perlu diwaspai karena,” ungkapnya.

 

Ji