Dinas Perhubungan dan Disperindag kota Ternate, melakukan penertiban terhdap para pedagang jersey dan atribut piala dunia Qatar 2022, di jalan pahlawan revolusi, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, senin (14/11/2022).
Penertiban pedagang dilakukan lantaran mereka berjualan dibahu jalan dan diangkap mengganggu aktifitas lalulintas di kawasan itu. dimana kawasan tersebut sudah menjadi lokasi kebiasaan pedagang musiman untuk menjajakan dagangan mereka.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Ternate, mochtar hasim mengatakan, penertiban dilakukan oleh Dishub dan Disperindag hanya semata-mata memberikan kenyaman bagi masyarakat terutama para pengguna jalan dan memberikan ruang parkir.
“Ini kepentingannya untuk kelancara arus lalulintas di sepanjang jalan pahlawan revolusi, dan kita harus memperhatikan ruang-ruang parkiran yang tersedia ini sehingg penertiban kami lakukan,” kata mochtar kepada.
Lebih jauh mochtar menjelaskan, para pedagang mereka dialihkan ketempat lain untuk berjualan, sehingga bahu jalan pahlawan revolusi bersih dari penjualan. harapannya pedagang tidak lagi berjualan tempat yang dilarang.
Baca Juga:
Tangis Bahagia Warnai Keputusan Polri Luluskan Casis Bintara yang Digugurkan
“Solusi sementara ditempati para pedagang di disi kiri gedung gamalama plaza agar mudah diakses juga para pembeli. sehingga pedagang musiman piala dunia ini bisa melanjutkan akrifitas jual beli,” ucapnya.
Meski demikian, penertiban ini mendapat beragam keluhan dari pedagang lantaran tempat untuk berjualan yang dipindahkan oleh petugas dinilai tidak tepat untuk berjualan pada musiman seperti jersey piala duni ini.
“Kita keberatan karena barang yang kami jual kami berhutang, sehingga kalau tempat jualan tidak didepan jalan akan tidak laris, bagimana kita tutupi hutan kita, ini nilainya puluhan juta kita. karena kita pedagang punya pengalam berjualan musiman harus di depan jalan agar masyarakat mudah beli,” ungkap yeni.
hal senada juga disampaikan sariyati, menurutnya tempat yang dipindahkan oleh petugas sangat tidak mendukung aktifitas penjualan mereka lantaran tempat dibagian sisi kiri gedung gamalama plaza sangat terpojok, sehingga dipastikan berkurangnya para pembeli yang mau masuk kelokasi penjualan mereka.
“Kasiang ini masuk ke lorong akan orang tidak masuk belanja, karena banya dorang mau beli kalau didepan jalan, apalagi warga dengan kendaraan, biasanya mereka tidak lagi turun dari mobil mereka hanya minta beli kita langsung kasi sehingga muda dijangkau pembeli. apa boleh buat kita harus terima suda kondisi ini, baiknya setelah momen piala dunia baru ditertibkan,” ucapnya.
Adji









