LIMBOTO – Petani asal Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, yang mengikuti kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan di Kabupaten Gorontalo, memanfaatkan kesempatan turun lapangan untuk mempelajari berbagai inovasi dan teknologi pertanian, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting bagi para peserta karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
Salah seorang peserta, Salamuddin Abbas, petani hortikultura dari Patani mengatakan, kegiatan lapangan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani padi sawah maupun petani hortikultura.
Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya menerima materi di ruang pertemuan. Para petani dapat mengamati proses budidaya, penggunaan teknologi, hingga sistem perawatan tanaman yang diterapkan oleh petani dan kelompok tani yang telah berhasil mengembangkan usaha mereka.
“Melalui kegiatan ini kami bisa melihat secara langsung bagaimana teknologi pertanian diterapkan di lapangan. Kami juga dapat berdiskusi dan bertanya langsung kepada petani yang sudah berhasil maupun para penyuluh mengenai teknik budidaya, pemupukan, pengendalian hama, hingga perawatan tanaman yang baik,” ujar Salamuddin.

Ia menambahkan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan lapangan diharapkan dapat diterapkan di Halmahera Tengah guna meningkatkan kualitas produksi pertanian, menekan biaya, serta mendorong peningkatan pendapatan petani.
“Banyak hal baru yang kami dapatkan, terutama terkait penerapan teknologi yang sederhana tetapi mampu meningkatkan hasil panen. Ini menjadi bekal penting untuk kami terapkan dan kembangkan di daerah,” katanya.
Selain mempelajari teknologi penanaman dan perawatan tanaman, rombongan petani Halmahera Tengah juga mengunjungi pameran pembangunan dan teknologi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII. Di lokasi pameran, para petani meninjau berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dipamerkan oleh pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, maupun pelaku usaha sektor pertanian.

Berbagai jenis alsintan yang dipamerkan, mulai dari alat pengolahan lahan, mesin tanam, alat penyemprot modern, hingga mesin panen, menarik perhatian para peserta. Kehadiran teknologi tersebut dinilai dapat membantu petani meningkatkan efisiensi kerja, menghemat waktu, serta mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual yang semakin terbatas.
Adapun peserta asal Kabupaten Halmahera Tengah yang mengikuti kegiatan gelar teknologi pada PENAS XVII terdiri atas:
Supriyono – Gelar Padi
Kasmad – Gelar Padi
Duwi Sutiyono – Gelar Padi
Bahtiar Sarif – Gelar Mesin
Adin Sarafuddin – Gelar Mesin
Naryo Gebe – Gelar Pompa Tenaga Surya
Munawar Sangadji – Gelar Pompa Tenaga Surya
Zulfitra Jumain – Gelar Umbi-Umbian
Sakib Habibudin – Gelar Umbi-Umbian
Mujais Yakub – Gelar Teknologi Perkebunan
Suparman Rasid – Gelar Teknologi Perkebunan
Fahri Kasim – Gelar Teknologi Perkebunan
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didampingi langsung oleh sejumlah kepala bidang dan perwakilan organisasi tani, yakni:
Jufri Hi. Ahmad – Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP)
Aisyah Ahmad – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH)
Irwan Safi – Kepala Bidang Perkebunan
Kaderun Karim – Ketua KTNA Halmahera Tengah
PENAS XVII sendiri menjadi ajang strategis bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta memperoleh informasi mengenai inovasi terbaru di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pengembangan agribisnis.
Dengan kegiatan ini, para petani Halmahera Tengah berharap dapat membawa pulang pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kondisi daerah mereka, sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di masa mendatang. (*)









