233 Bangunan Rusak di Batang Dua, 1.966 Jiwa Bertahan di Tenda Pengungsian

idetimur.com
Korban Gempabumi 7.3 bertahan di tenda pengungsian lantran masih trauma. (ft/ist)

TERNATE – Ratusan rumah dan fasilitas publik di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara rusak akibat gempa magnitudo 7,3 yang mengguncang maluku utara dan sulawesi utara pada kamis kemarin.

Kerusakan masif terjadi di enam kelurahan, sehingga pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak kamis 2 April.

Pemerintah mencatat sebanyak 233 bangunan mengalami kerusakan berat maupun sedang yang terdiri dari 8 gereja, 223 bangunan rumah dan fasilitas publik 1 kantor dan 1 bangunan sekolah. Sementara di kota ternate sejumlah rumah mengalami rusak ringan hingga sedang.

Sementara itu, sebanyak 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda pengungsian yang tersebar di 29 titik.
Para korban masih mengalami trauma pasca gempa.

“Kami belim fokus ke rumah-rumah yang rusak kami fokus kepada mereka yang terkena dampak dulu di kem pengungsian. Kerusakan secara fisik dari pendataan yang kami lakukan dan untuk Batang Dua sudah selesai kita rekap,” jelas Rizal Marsaoly, Ketua Posko Penanganan Bencana Gepa Bumi Kota Ternate, Minggu (4/4/2026).

Dari kerusakan yang ditimbulkan gempabumi, pemerintah berencana akan melakukan uji kelayakan terhadap tempat ibadah yang rusak untuk menghindari korban saat warga beribadah di dalam gereja karena kondisi kerusakan gereja mengkhawatirkan.

“Saya akan berkoordinasi dengan Rektor Unkhair saya akan meminta teman-teman dari Fakultas Teknik untuk mereka busa datang untuk menguji terkait dengan struktur bangunan gedung gereja yang konstruksinya itu perlu di uji ulang,” jelasnya.

Pemerintah telah mendistribusikan berbagai bantuan kepada para korban, seperti tenda, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.

Bantuan didistribusikan menggunakan kapal milik basarnas dan akan disalurkan ke pulau tifure dan pulau mayau. (aji)