1.749 Warga Mengungsi Akibat Banjir yang Menerjang Enam Desa di Halteng

idetimurmalut.com
Bupati Ikram Malam Sangaji (Tenga) saat meninjau lokasi banjir yang mulai surut di trans Kobe ft/idetimurmalut.com

Banjir bandang yang menerjang enam Desa di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara yang terjadi sejak hari minggu kemarin saat ini mulai surut. Banjir terjadi selama tiga hari itu menyebabkan 1.749 warga yang terdiri dari anak-anak, ibu hamil dan lansia harus dievakuasi ke posko pengungsian yang tersebar di delapan titik diantaranya di Mako Brimob dan Kodim 1512 Weda, Rabu (24/7/2023).

Meski di sebagian desa banjir mulai surut, namun di Desa Lukolamo luapan sungai lukolamo masih terus meluap hingga menutupi ruas jalan dengan aliran arus yang cukup deras dan sangat membahayakan warga.

Baca Juga: IWIP Respon Cepat Hadapi Bencana Banjir di Halmahera Tengah

Pengendara sepeda yang nekat menerobos banjir mengalami mogok dan mobil minibus pun haru ekstra hati-hati lantaran banyaknya lubang dan arus yang kencang.

idetimurmalut.com
Bupati dan personil TNI-Polri terjang banjir ft/idetimurmalut.com

Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir tujuh hari sejak senin (22/7) kemarin.

“Waktunya kita sper waktunya satu Minggu kedepan. Nanti kita lihat dulu ini baru hari ketiga masih ada empat hari lagi tujuh hari. Kalau hari ini sudah terlihat surut, kalau sudah surut kita akan berangsur-angsur pengembalian para pengungsi,” ujar Bupati.

Untuk para pengungsi yang menempati enam titik lokasi pengungsian telah menerima bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan serta perlengkapan bayi.

Sedangkan untuk data korban dan kerusakan rumah maupun fasilitas umum yang diakibatkan banjir bandang, Bupati memastikan tidak ada kerusakan.

“Kalau pemantauan kami di lapangan belum ada terlihat kerusakan. Kalau ada kios yang terbawa sungai ya salah sendiri dilarang masih bangun di bantaran sungai. Tidak ada fasilitas umum yang rusak, memang ada seperti di Trans Wale hanya printer,”

Jadi semua perumahan atau pun Sekolah, Puskesman memang ada rendaman disitu tetapi tidak ada kerusakan. Banyak penyampaian bahwa banjir ini adalah banjir dalam skala luas sekali bahkan dianggap banjir bandang ya, tapi setelah kita cek di lapangan tidak seperti yang banyak di informasi,” sambungnya.

 

Ji