Pelantikan Pengurus Dekranasda Malut 2025–2030, Gubernur Sherly Ajak Dorong Produk Lokal Naik Kelas

idetimurmalut.com
Ketua Dekranasda Halmahera Tengah pamerkan kerajinan batik khas Halmahera Tengah kepada Gubernur Sherly Laos ft/idetimurmalut.com

Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku Utara masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Kedaton Kesultanan Ternate, Sabtu (28/6/2025). Pelantikan juga mencakup Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Maluku Utara, Rusni Sarbin, dan disaksikan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, selaku pembina Dekranasda, bersama Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir serta unsur Forkopimda Malut.

Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Nomor: 30.02/DEKRAN/SK/2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Pengurus Dekranasda Provinsi Maluku Utara Masa Bakti 2025–2030.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menekankan pentingnya semangat dan kolaborasi dalam menjalankan organisasi ini, meskipun Maluku Utara belum memiliki sejarah kuat dalam kerajinan tenun atau batik seperti di wilayah lain.

“Meskipun kita tidak memiliki warisan menenun seperti di Jawa atau Sulawesi, Maluku Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dari empat kesultanan tua. Warisan cerita dan budaya ini bisa dituangkan dalam bentuk produk kerajinan,” ujar Sherly.

Gubernur juga mendorong agar Dekranasda tidak hanya menjadi ruang seremonial, tetapi menjadi ruang kreasi dan inovasi yang aktif.

“Dekranasda harus melahirkan produk lokal yang bisa bersaing di tingkat nasional. Jangan takut untuk mulai dari langkah kecil, karena karya besar lahir dari konsistensi dan kerja bersama,” tegasnya.

Ia pun mewajibkan dukungan dari seluruh pimpinan OPD dalam mendorong kemajuan produk kerajinan lokal, serta memberdayakan para perajin hingga ke desa-desa.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Maluku Utara, Rusni Sarbin, menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk kepercayaan untuk mengembangkan industri kreatif di daerah.

“Kami berharap Dekranasda menjadi wadah pengembangan kreativitas perajin lokal dan pelaku industri kreatif untuk tumbuh dan naik kelas,” ujar Rusni.

Struktur kepengurusan Dekranasda Malut mencakup Gubernur sebagai Pembina, Wakil Gubernur dan Sekda sebagai Penasehat, serta para pimpinan OPD pada posisi strategis. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota dijabat oleh para istri bupati dan wali kota.

Ketua Dekranasda Kabupaten Halmahera Tengah, Rallia Asyari Ikram, dalam kesempatan itu menyampaikan komitmennya untuk mendorong kemajuan pelaku industri kreatif di daerahnya.

“Alhamdulillah, ini adalah langkah awal. Kami siap mendukung arahan Ketua dan Ibu Gubernur. Melalui Dinas Perindagkop, kami akan menggalakkan pengembangan produk lokal Halmahera Tengah yang belum tergarap secara optimal,” ujar Rallia.

 

Adji