Kota Ternate Mulai Diguyur Hujan, Setelah Dilanda Kemarau Panjang dan Karhutla

idetimur.com
Hujan dengan intensitas ringan mengguyur Ternate setelah kemarau panjang (ft/idetimur.com

TERNATE – Angin segar akhirnya menghampiri warga Maluku Utara. Setelah sekian lama dilanda kemarau panjang yang memicu musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap tebal, sebagian wilayah di provinsi ini mulai diguyur hujan, termasuk Kota Ternate.

Turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tersebut disambut rasa syukur mendalam oleh masyarakat setempat yang telah lama menghadapi suhu panas ekstrem dan ancaman dampak karhutla.

“Alhamdulillah ya Allah, atas rahmat yang Engkau berikan di tengah bencana yang melanda. Akhirnya hujan turun juga setelah sekian lama panas terik,” ujar Aya, salah, Selasa (13/10/2026).

Sebelumnya, periode kemarau panjang telah memicu munculnya beberapa titik api di kawasan hutan dan lahan warga di wilayah Maluku Utara. Selain mengancam ekosistem dan mengganggu kualitas udara, kondisi kering tersebut sempat menyulitkan upaya pemadaman oleh petugas di lapangan.

Kehadiran hujan ini diharapkan mampu mempercepat pemadaman sisa-sisa titik api (hotspot) yang masih bertahan, sekaligus membantu memulihkan kualitas udara di Ternate dan sekitarnya.

Kendati hujan telah mulai turun, pihak terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk menghadapi potensi dinamika cuaca pada masa transisi serta memastikan sisa-sisa api di lahan yang terbakar benar-benar padam secara menyeluruh. (*)