Data Badan Pusat Statistik menunjukan persentase penduduk miskin di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara per 30 November 2024 tercatat 10,71 persen. Jumlah ini turun 0,73 persen dibandingkan 15 tahun sebelumnya.
Menurunnya penduduk miskin didaerah Halmahera Tengah menjadi tolok ukur keberhasilan tiga calon bupati Halmahera Tengah yang sebelumnya pernah menjadi kepala daerah disana, mereka diantaranya Ali Yasin Ali, Edi Langkara, dan Ikram Malan Sangadji.
Pada periode kepemimpinan Ali Yasin Ali penurunan angka kemiskinan sebesar -1.200 orang, dengan rata-rata penurunan sebesar minus 3,76%.
Dimasa kepemimpinan Edi Langkara menunjukkan peningkatan angka kemiskinan sebesar 228 orang dengan rata-rata peningkatan 0,78%.
Sementara pada periode kepemimpinan Ikram Malan Sangadji selama 1 tahun 7 bulan angka kemiskinan Halmahera Tengah turun signifikan sebesar minus -483 orang, dengan rata-rata penurunan sebesar 3,62%.
Baca Juga: Niatnya Sudutkan IMS Soal Tapal Batas Haltim-Halteng, Mutiara dan Elang Dipermalukan Dalam Debat
Penurunan angka kemiskinan secara eksponensial ini menjadi sorotan publik, terutama terkait dengan kebijakan-kebijakan pro-rakyat yang diterapkan selama masa kepemimpinan masing-masing kepala daerah yang pernah menjabat.
BPS Halmahera Tengah menyebut, meskipun ada tantangan dalam pengentasan kemiskinan, tren penurunan ini menunjukkan adanya upaya konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kepala daerah selanjutnya untuk terus melanjutkan tren positif.
Presentasi penduduk miskin 10 kabupaten/kota:
1.Kabupaten Halmahera Timur 11%
2.Kabupaten Halmahera Tengah 10%
3.Kabupaten Halmahera Barat 8%
4.Kabupaten Kepulauan Sula 7%
5.Kabupaten Pulau Taliabu 7%
6.Kota Tidore Kepulauan 6%
7.Kabupaten Halmahera Selatan 5%
8.Kabupaten Pulau Morotai 5%
9.Kabupaten Halmahera Utara 4%
10.Kota Ternate 3%
Di masa kepemipinan Ikram Malan Sangadji (IMS) di Halmahera Tengah selama 1,7 tahun telah mampu menggerakkan ekonomi lokal sehingga terjadi peningkatan pengeluaran perkapita rill masyarakat Halmahera Tengah, sehingga menempatkan Halmahera Tengah menjadi Kabupaten dengan pertumbuhan Pengeluaran Perkapita Rill Tertinggi kedua setelah Morotai.
Gambaran pengeluaran perkapitan yang meningkat dari tahun 2023-2024 menunjukan kapasitas Ikram Malan Sangadji dibidang ekonomi. Perlu diketahui bahwa target kinerja pemerintah perlu pengukuran sebagai indikator keberhasilan kinerja pemerintah.
Pengukuran kinerja dilakukan oleh lembaga pemerintah yang memiliki otoritas bukan Pemda sehingga sangat aneh jika ada pihak-pihak yang menganggap keberhasilan kinerja tidak perlu disampaikan ke publik. Regulasi telah mengatur bahwa terget dan realisasi kinerja tahunan pemerintah harus disampaikan sebagai keterbukaan publik.
Red









